JEPANG, ifakta.co – Nilai tukar yen Jepang diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (13/2), menyusul kemenangan pemilihan bersejarah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang dinilai meredakan kekhawatiran investor atas kesehatan fiskal negara tersebut.
Kemenangan tersebut memberi sentimen positif bagi pasar, terutama setelah periode ketidakpastian politik yang sempat membayangi arah kebijakan anggaran dan stabilitas utang Jepang.
Iklan
Pelaku pasar menilai kepemimpinan baru membuka ruang konsistensi kebijakan fiskal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan otoritas moneter.
Penguatan yen menjadi fokus utama pasar valuta asing pekan ini. Mata uang Jepang itu sebelumnya berada dalam tekanan akibat selisih suku bunga yang lebar dengan Amerika Serikat serta kekhawatiran atas beban utang publik yang tinggi.
Namun, hasil pemilihan yang jelas dan minim gejolak politik memberikan katalis positif jangka pendek.
Sejumlah analis memperkirakan arus masuk modal ke aset Jepang dapat meningkat jika pemerintah baru mampu menjaga disiplin fiskal dan memperkuat kredibilitas kebijakan ekonomi.
Stabilitas politik juga dipandang penting untuk mendukung komunikasi yang selaras dengan Bank of Japan terkait arah normalisasi kebijakan moneter.
Meski demikian, pelaku pasar tetap berhati-hati. Pergerakan yen ke depan masih akan sangat dipengaruhi dinamika global, terutama arah suku bunga Amerika Serikat dan sentimen risiko global.
Jika imbal hasil obligasi AS kembali naik, tekanan terhadap yen bisa muncul kembali. Untuk saat ini, momentum berada di pihak mata uang Negeri Sakura.
Investor menilai kombinasi kepastian politik dan ekspektasi kebijakan yang lebih terukur menjadi fondasi bagi penguatan yen dalam jangka pendek. (FA)



