JAKARTA, ifakta.co – Anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini, menegaskan bahwa sistem pendidikan tidak boleh terpaku pada penyiapan tenaga kerja formal semata.

Menurutnya, peluang di sektor nonformal dan industri kreatif kini semakin terbuka luas bagi generasi muda, khususnya Generasi Z.

Hal tersebut disampaikan Novita dalam keterangannya di Jakarta, Jumat. Ia menilai sekolah perlu berperan aktif membekali siswa dengan keterampilan masa depan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Iklan

Novita mencontohkan industri kreatif seperti gim, perfilman, animasi, hingga digital marketing yang kini menjadi ladang baru bagi anak muda untuk berkreasi sekaligus berwirausaha. Ia menilai sektor-sektor tersebut dapat diakses generasi muda sejak dini apabila didukung oleh sistem pendidikan yang adaptif.

Pernyataan itu disampaikan Novita usai melakukan kunjungan ke SMAN 1 Munjungan. Dalam kesempatan tersebut, ia berdialog langsung dengan para siswa dan mendorong mereka agar berani menggali potensi diri serta menyiapkan masa depan sejak bangku sekolah.

Ia menjelaskan bahwa dunia perfilman, misalnya, tidak hanya membutuhkan aktor dan aktris. Di balik layar, terdapat banyak profesi lain seperti penulis skenario, editor, animator, hingga tenaga kreatif yang berkaitan dengan bahasa dan sastra.

Karena itu, Novita mendorong sekolah untuk menghadirkan kegiatan ekstrakurikuler yang selaras dengan kebutuhan masa depan, mulai dari teater, koding, hingga pelatihan kreatif berbasis digital.

Menurutnya, pengembangan keterampilan tidak cukup hanya melalui pembelajaran di ruang kelas. Sekolah perlu memberi ruang bagi siswa untuk bereksplorasi dan mengasah kemampuan praktis.

Selain membahas peluang industri, Novita juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak ragu menghadapi masa depan. Ia mengajak generasi muda untuk melawan rasa malas dan mulai membangun pengalaman sejak dini.

Ia menilai semakin cepat seseorang mencoba dan terlibat dalam berbagai aktivitas produktif, semakin banyak pengalaman dan keterampilan yang dapat dikumpulkan sebagai bekal masa depan.

Novita menegaskan bahwa generasi muda bukan hanya pewaris masa depan, tetapi juga penggerak perubahan, asalkan diberikan ruang, dukungan, serta keberanian untuk melangkah.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Salah satunya Rea Destasari, siswi kelas X SMAN 1 Munjungan, mengaku memperoleh banyak perspektif baru, terutama terkait potensi ekonomi dari pemanfaatan platform digital.

Ia menilai kegiatan tersebut membuka wawasan tentang bagaimana Generasi Z dapat lebih berdaya dan memanfaatkan teknologi secara produktif. Rea pun mengajak teman-temannya untuk menggunakan media sosial secara kreatif dan bertanggung jawab.

(faz/faz)