SEMARANG, ifakta.co – Puasa tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga berdampak pada berbagai fungsi tubuh. Saat seseorang berpuasa, tubuh mengalami perubahan metabolisme sesuai dengan durasi tidak makan dan minum.
Secara umum, tubuh membutuhkan waktu sekitar 6–8 jam untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan terakhir yang dikonsumsi. Setelah itu, cadangan energi mulai digunakan.
Karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang saat sahur dan berbuka, termasuk mencukupi asupan cairan sekitar delapan gelas per hari agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan.
Iklan
Ketika asupan energi berhenti sementara, tubuh akan memanfaatkan simpanan glukosa di hati dan otot.
Jika cadangan tersebut menurun, tubuh mulai membakar lemak sebagai sumber energi. Pada kondisi puasa berkepanjangan tanpa asupan sama sekali selama berhari-hari, tubuh bisa memasuki fase kelaparan dan menggunakan protein otot sebagai energi.
Namun, kondisi ini umumnya tidak terjadi pada puasa harian yang disertai sahur dan berbuka.
Dilansir dari alodokter.com, berikut sejumlah manfaat puasa yang telah diteliti:
1. Membantu Menurunkan dan Menjaga Berat Badan
Puasa dapat membantu mengontrol berat badan karena tubuh membakar cadangan lemak saat asupan energi berkurang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pembatasan waktu makan dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran kalori.
Dengan pengaturan pola makan yang tepat, puasa berpotensi membantu mencegah obesitas dan menjaga berat badan tetap ideal.
2. Menurunkan Risiko Diabetes
Puasa dikaitkan dengan peningkatan sensitivitas insulin, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur kadar gula darah. Perbaikan fungsi insulin membantu menjaga kadar gula tetap stabil dan mengurangi risiko resistensi insulin.
Efek ini berkontribusi dalam menurunkan risiko diabetes tipe 2, terutama bila disertai pola makan sehat.
3. Menjaga Kesehatan Jantung
Sejumlah riset menemukan bahwa orang yang rutin berpuasa memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol berlebih.
Hal ini diduga karena puasa membantu memperbaiki metabolisme, mengontrol asupan kalori, serta mendorong pola makan yang lebih teratur.
4. Berpotensi Menghambat Pertumbuhan Sel Abnormal
Studi pada hewan menunjukkan bahwa pembatasan asupan nutrisi dapat memperlambat pembelahan sel, termasuk sel abnormal. Selama puasa, tubuh beradaptasi dengan memperlambat proses tertentu untuk menghemat energi.
Meski hasil awal menjanjikan, penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan untuk memastikan manfaat ini secara klinis.
5. Mendukung Kesehatan Mental
Puasa juga berdampak pada kondisi psikologis. Pembatasan makan dalam periode tertentu dapat membantu menurunkan kadar hormon stres (kortisol) serta meningkatkan produksi hormon endorfin yang berperan dalam menciptakan rasa nyaman.
Selain itu, aspek spiritual dalam puasa turut memberikan ketenangan batin yang berdampak positif pada kesehatan mental.
6. Meningkatkan Efisiensi Metabolisme
Saat cadangan glukosa menurun, tubuh beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi. Proses ini dapat meningkatkan efisiensi metabolisme dan membantu tubuh tetap bertenaga selama periode puasa.
Karena itulah metode puasa juga banyak digunakan sebagai bagian dari strategi diet berbasis pengaturan waktu makan (intermittent fasting).
Siapa yang Perlu Berhati-hati?
Meski memiliki berbagai manfaat, puasa tidak selalu aman untuk semua orang. Individu dengan kondisi tertentu seperti penyakit ginjal, gangguan hati, tekanan darah rendah, anemia, diabetes yang tidak terkontrol, gangguan makan, atau daya tahan tubuh lemah sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Ibu hamil, ibu menyusui, serta pasien yang sedang menjalani terapi tertentu seperti kemoterapi juga umumnya tidak dianjurkan berpuasa tanpa pengawasan medis.
Tetap Utamakan Pola Makan Seimbang
Agar manfaat puasa optimal, sahur dan berbuka sebaiknya diisi dengan makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral. Jangan lupa mencukupi kebutuhan cairan untuk mencegah dehidrasi.
Puasa yang dilakukan dengan cara tepat dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat, baik untuk tubuh maupun pikiran.
(naf/kho)



