JAKARTA, ifakta.co – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti masih adanya praktik saling lempar tanggung jawab antarorganisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kondisi tersebut dinilai menjadi penghambat dalam penanganan berbagai persoalan di Ibu Kota.

Hal itu disampaikan Pramono dalam forum Town Hall Meeting yang membahas isu polusi udara di M Bloc, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026).

Menurut Pramono, lemahnya koordinasi pengawasan di lapangan kerap membuat penanganan masalah menjadi tidak cepat dan tidak jelas siapa yang bertanggung jawab.

Iklan

“Salah satu kelemahan yang ada, kadang-kadang saling melempar tanggung jawab. Ini tugas Camat, Wali Kota, Lurah, atau Sudin. Sehingga masing-masing kemudian saling melempar,” ujar Pramono.

Soroti Kasus Pelajar Tewas di Matraman

Pramono mencontohkan kasus kecelakaan lalu lintas yang menimpa seorang pelajar SMA di Matraman, Jakarta Timur. 

Korban meninggal dunia setelah terjatuh akibat kondisi jalan yang berlubang dan licin.

Ia mengaku sangat berduka sekaligus geram atas kejadian tersebut.

“Saya sebagai Gubernur sangat berduka dan marah sekali, kenapa kejadian seperti ini bisa terjadi. Tanpa melihat ke belakang ini salah siapa, yang seperti inilah yang harus diselesaikan,” tegasnya.

Menurutnya, tanpa perlu mencari kambing hitam, insiden tersebut harus menjadi momentum pembenahan sistem pengawasan dan respons cepat di lapangan.

Perkuat Koordinasi hingga Tingkat Lurah

Pemprov DKI Jakarta, kata Pramono, telah memutuskan untuk memperkuat koordinasi mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga suku dinas terkait dan Satpol PP, khususnya dalam penanganan kerusakan jalan.

Ia mengakui, cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga setelah perayaan Imlek 17 Februari turut memperparah kondisi jalan.

“Kalau ada lubang, sementara kita menunggu cuaca ekstrem ini berhenti karena diperkirakan sampai setelah Imlek cuaca masih kurang lebih sama,” ujarnya.

Pramono juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama saat hujan. Ia menyebut sejumlah ruas utama seperti Sudirman-Thamrin pun rentan mengalami kerusakan kembali setelah diperbaiki.

“Saya meminta masyarakat untuk berhati-hati. Karena semua jalan, termasuk Sudirman-Thamrin, begitu hujan yang sudah ditutup pasti akan terbongkar kembali,” katanya.

Meski Jakarta memiliki persoalan yang kompleks, Pramono menegaskan hal tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi jajaran OPD untuk saling menyalahkan.“Memang Jakarta ini begitu kompleks. Tetapi ini menjadi tanggung jawab saya sebagai Gubernur,” tandasnya.

(AMN)