NEW YORK, ifakta.co – Harga minyak mentah dunia kembali bergerak melemah pada perdagangan terbaru, Selasa (10/2) waktu setempat. Jelas mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang masih menunggu kejelasan arah sentimen global.

Kontrak berjangka minyak Brent tercatat turun 24 sen atau 0,3 persen ke level US$68,80 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat juga melemah 40 sen atau 0,6 persen menjadi US$63,96 per barel.

Penurunan harga ini dinilai bukan semata akibat tekanan permintaan, melainkan lebih pada sikap menahan diri para pedagang di tengah ketidakpastian geopolitik dan pasokan.

Iklan

Pasar memilih berada di pinggir arena, menunggu sinyal yang lebih tegas sebelum menentukan langkah berikutnya.

“Para pedagang enggan untuk mengambil langkah ke arah mana pun hingga ada sinyal yang lebih jelas dari diplomasi, data persediaan berikutnya, atau konfirmasi bahwa aliran pasokan benar-benar terganggu secara signifikan, bukan sekadar ancaman,” tulis analis dari firma konsultasi energi Gelber & Associates dalam sebuah catatan.

Situasi ini menggambarkan pasar minyak yang rapuh namun waspada. Selama ketidakpastian masih mendominasi. Baik dari sisi diplomasi internasional, data stok minyak global, maupun potensi gangguan pasokan. Pergerakan harga diperkirakan akan tetap fluktuatif dengan kecenderungan terbatas.(J0)