JAKARTA, ifakta.co – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi hasil survei Indikator Politik Indonesia yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen.
Meski demikian, Prasetyo menegaskan pemerintah tidak menjadikan hasil survei sebagai target utama dalam menjalankan pemerintahan.
Menurut Prasetyo, fokus Presiden Prabowo saat ini adalah mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis yang diyakini mampu mengurangi beban masyarakat, khususnya dalam pengentasan kemiskinan serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
Iklan
“Presiden berulang kali menekankan bahwa pemerintah sedang berperang melawan kemiskinan, sekaligus menghadapi tantangan besar di sektor pendidikan dan kesehatan,” ujar Prasetyo.
Ia menjelaskan, pemerintah berupaya bekerja maksimal agar perbaikan di bidang pendidikan dan kesehatan dapat segera dirasakan masyarakat. Namun, Prasetyo mengakui sejumlah program membutuhkan waktu sebelum dampaknya dapat dirasakan secara merata.
Sebagai contoh, pemerintah menargetkan renovasi sekitar 300 ribu sekolah di seluruh Indonesia yang direncanakan rampung dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun.
Menurutnya, proses tersebut tidak bisa dilakukan secara instan, sehingga wajar jika masih ada masyarakat yang belum merasakan manfaatnya secara langsung.
Terkait hasil survei kepuasan publik, Prasetyo menegaskan penilaian sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat. Pemerintah, kata dia, akan tetap fokus bekerja tanpa mengejar angka popularitas.
Mayoritas Publik Puas Kinerja Presiden
Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei nasional awal 2026 yang menunjukkan mayoritas masyarakat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Survei tersebut dilakukan pada 15–21 Januari 2026 terhadap 1.220 responden warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun.
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyebutkan sebanyak 79,9 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo.
Rinciannya, 13 persen responden menyatakan sangat puas, 66,9 persen puas, 17,1 persen kurang puas, dan 2,2 persen tidak puas. Sementara 0,8 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
Burhanuddin menilai tingkat kepuasan tersebut tergolong tinggi untuk ukuran seorang presiden di awal masa pemerintahan.
Angka ini bahkan disebut melampaui tingkat kepuasan publik terhadap Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono pada awal pemerintahan 2004 dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada awal masa jabatan 2014.
Ia menambahkan, tingginya kepuasan publik tersebut tidak terlepas dari kuatnya dukungan elektoral yang dimiliki Presiden Prabowo Subianto. (AMN)



