Kegiatan khataman Al-Qur’an yang digelar di sekretariat PWI Nganjuk sebagai pembuka rangkaian peringatan HPN 2026.
NGANJUK, ifakta.co – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk membuka rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 melalui kegiatan khataman Al-Qur’an yang digelar di sekretariat PWI Nganjuk, Senin (9/2/2026).
Iklan
Kegiatan tersebut diikuti seluruh pengurus dan anggota PWI Nganjuk sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus penguatan kebersamaan insan pers. Selain pembacaan ayat suci Al-Qur’an, agenda ini juga menjadi pembuka menuju acara tasyakuran dan doa bersama untuk kemajuan dunia jurnalistik serta pembangunan daerah.
Muji Hartono, Editor Koran Memo sekaligus Person In Charge (PIC) kegiatan, menegaskan bahwa khataman Al-Qur’an memiliki makna strategis dalam rangkaian HPN setiap tahunnya.
“Kegiatan keagamaan ini bukan sekadar seremonial HPN, tetapi menjadi fondasi moral dan spiritual bagi wartawan agar tetap menjalankan tugas jurnalistik secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Muji menambahkan, tradisi khataman Al-Qur’an telah menjadi agenda rutin PWI Nganjuk yang konsisten dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Nganjuk, Bagus Jati Kusumo, menyampaikan bahwa setelah khataman, PWI akan menggelar tasyakuran dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami akan mengundang jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk, organisasi profesi seperti IJTI dan MIO, serta seluruh mitra kerja PWI Nganjuk untuk bersama-sama menyukseskan HPN 2026,” jelasnya.
Menurut Bagus, soliditas internal dan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan HPN.
“Tanpa kekompakan dan kerja sama yang kuat, program HPN tidak akan berdampak maksimal bagi masyarakat. Nilai itulah yang terus kami jaga,” tegasnya.
Selain khataman dan tasyakuran, rangkaian HPN 2026 PWI Nganjuk juga akan diisi dengan kegiatan sosial, penanaman pohon di kawasan Makam Pahlawan Buruh Marsinah, serta penganugerahan PWI Award sebagai bentuk apresiasi kepada mitra pembangunan daerah.
(may).
