TANGERANG, ifakta.co – Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Achmad Baiquni dari Komisi IV Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Kresek. Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat serta menyusun arah pembangunan daerah ke depan.

Musrenbang tersebut turut dihadiri perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Sri Indriastuti Widia Ningsih, Kepala Puskesmas Kresek dr. Deny Erfin, MARS, Kepala UPTD Wilayah VI DBMSDA Eko Suwandi, jajaran kepala desa se-Kecamatan Kresek, unsur Diskominfo, PMI, Damkar, serta Inspektorat Kabupaten Tangerang. Hadir pula tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda KNPI, organisasi pendidikan, LSM, dan insan pers.

Dalam sesi tanya jawab, Achmad Baiquni menyoroti kebijakan efisiensi anggaran sebesar Rp600 miliar yang berasal dari pemerintah pusat, termasuk pemangkasan anggaran dinas hingga 15 persen. Ia menegaskan bahwa dari sekitar 50 usulan program yang diajukan dalam Musrenbang, seluruhnya perlu dikaji ulang secara mendalam agar tidak terjadi tumpang tindih program.

Iklan

Menurut Baiquni, sinergi antara legislatif, pemerintah daerah, dan pemerintah desa menjadi kunci utama dalam menyusun perencanaan pembangunan yang tepat sasaran. Ia menegaskan kesiapan DPRD untuk duduk bersama jajaran kepala desa guna membahas dan mematangkan usulan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Sudah menjadi tugas kami sebagai legislatif untuk mendorong kebutuhan masyarakat sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap anggaran,” tegas Baiquni dalam penyampaian Senin (26/1/26)

Selain membahas perencanaan pembangunan, Baiquni juga menyampaikan keprihatinannya atas musibah banjir yang melanda Kecamatan Kresek, khususnya di wilayah sekitar Polsek Kresek, Polres Tangerang. Ia berharap banjir dapat segera surut serta masyarakat yang terdampak diberikan ketabahan dan kesehatan.

Lebih lanjut, Baiquni menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui APBD telah melakukan rapat dan akan segera merealisasikan pembangunan tanggul-tanggul di wilayah Kecamatan Kresek sebagai langkah penanganan banjir. Ia juga mengaku telah turun langsung meninjau sejumlah wilayah terdampak banjir di Kecamatan Kresek dan Gunung Kaler.

Dalam kesempatan tersebut, Baiquni menambahkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merancang dan menampung berbagai usulan masyarakat terkait penanganan pascabanjir. Hal ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam meminimalisir risiko banjir di wilayah Kabupaten Tangerang.

(Sb-Alex)