AMERIKA SERIKAT, ifakta.co – menyatakan akan bergerak secepat mungkin untuk memberikan lisensi yang diperluas kepada Chevron agar bisa meningkatkan produksi minyak di Venezuela, kata Menteri Energi AS, Chris Wright, seperti di lansir oleh Reuters (16/1).
Langkah ini merupakan bagian dari strategi AS untuk memulihkan pasokan minyak dari Venezuela dan membuka kembali akses perusahaan-perusahaan besar ke cadangan minyak mentah yang sangat besar di negara anggota OPEC tersebut.
Iklan
Lisensi yang akan diberikan memungkinkan Chevron tidak hanya memproduksi minyak, tetapi juga membayar pajak dan royalti kepada pemerintah Venezuela dengan uang tunai, bukan dalam bentuk minyak.
Ini membuka peluang bagi perusahaan untuk mengekspor lebih banyak minyak mentah ke pasar global, termasuk Amerika Serikat.
Sebelumnya, Chevron hanya dapat membayar dengan minyak mentah kepada pemerintah Venezuela, yang menghambat kemampuan ekspor perusahaan tersebut.
Pengumuman ini langsung berdampak pada pasar komoditas energi, dengan harga saham perusahaan minyak besar seperti Chevron dan Exxon mengalami kenaikan.
Kebijakan AS ini bertepatan dengan upaya yang lebih luas untuk merevitalisasi industri minyak Venezuela setelah perubahan politik di negara tersebut.
Langkah ini juga berkaitan dengan perundingan dan kesepakatan yang lebih besar antara pemerintah AS dan otoritas sementara Venezuela terkait ekspor minyak mentah bernilai miliaran dolar, meskipun ada kritik dari beberapa pihak soal strategi dan efek jangka panjangnya terhadap pasar energi global.
Percepatan pemberian lisensi kepada Chevron oleh pemerintah AS dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi dan ekspor minyak Venezuela, yang berpotensi menambah pasokan global dan memengaruhi dinamika harga minyak dalam jangka menengah. (FA)



