JAKARTA, ifakta.co – Banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Jakarta sejak Minggu (11/1/2026) malam berubah menjadi peristiwa duka. Tiga warga di Jakarta Utara dilaporkan meninggal dunia, diduga akibat tersengat aliran listrik saat air banjir masih merendam kawasan permukiman.

Tragedi tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Cilincing. Korban pertama berinisial M (48), seorang ibu rumah tangga warga RW 08, Kelurahan Kalibaru. Korban ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya pada Senin (12/1/2026) pagi.

Menurut keterangan warga sekitar, korban diduga tersengat listrik ketika genangan banjir masih memenuhi rumah.

Iklan

“Pagi tadi korban ditemukan sudah tidak bernyawa di rumah kontrakannya. Diduga kesetrum listrik saat banjir masih tinggi,” ujar Aris, tetangga korban.

Tak berselang lama, peristiwa serupa kembali terjadi di Kelurahan Semper Barat. Sepasang suami istri berinisial HW (54) dan NJ (49) ditemukan meninggal dunia di dalam rumah mereka. Kedua korban pertama kali ditemukan oleh anaknya sepulang sekolah sekitar pukul 10.30 WIB.

Kondisi korban saat ditemukan mengambang di ruang tengah rumah. Warga kemudian mengevakuasi jenazah dan membawanya ke Rumah Sakit Pelabuhan guna pemeriksaan medis.

Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Aparat kepolisian menduga kuat penyebab kematian pasangan suami istri tersebut adalah sengatan listrik, yang kemungkinan berasal dari kabel kulkas terkelupas dan terendam air banjir.

Peristiwa ini menegaskan tingginya risiko bahaya kelistrikan saat banjir melanda kawasan padat penduduk. Aparat dan petugas terkait mengimbau warga untuk segera memutus aliran listrik apabila banjir mulai menggenang rumah, guna mencegah jatuhnya korban jiwa.

(AMN)