JAKARTA, ifakta.co — Warga Jalan Jati 5C RT 008 RW 006, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengeluhkan sistem drainase lingkungan yang tak lagi berfungsi normal. Genangan air kerap muncul setiap hujan turun, dan warga menduga persoalan ini berkaitan dengan aktivitas pembangunan gedung Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.
Menurut Ruhan, yang juga warga setempat. “Saluran air yang sebelumnya mengalir lancar. Walau banjir pada saat hujan namun aliran berjalan normal. Sejak ada pembangunan, aliran air jadi lambat. Kalau hujan agak lama, air meluap ke jalan dan pekarangan,” ujarnya kepada ifakta.co (12/1).
Iklan
Warga menilai perubahan kontur tanah, penutupan sebagian saluran, serta material proyek yang diduga masuk ke drainase menjadi pemicu utama. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit akibat genangan yang bertahan lama.
Beberapa warga mengaku telah menyampaikan keluhan secara lisan kepada pihak terkait di tingkat lingkungan. Namun hingga kini, belum terlihat penanganan konkret di lapangan.
“Kami berharap ada pengecekan langsung dan solusi cepat, jangan sampai menunggu banjir besar dulu,” Jelas Rocky, warga lainnya.
Di sisi lain, warga menegaskan tidak menolak pembangunan fasilitas negara. Mereka hanya meminta agar pelaksanaan proyek tetap memperhatikan dampak lingkungan sekitar, khususnya sistem drainase permukiman yang menjadi urat nadi pembuangan air hujan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai dugaan terganggunya drainase di wilayah Sungai Bambu.
Warga berharap pemerintah kota dan pihak proyek segera duduk bersama untuk memastikan pembangunan berjalan seiring dengan keselamatan dan kenyamanan lingkungan sekitar. (Jo)
