TANGERANG, ifakta.co – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, meninjau langsung kondisi jembatan pertanian di Kampung Badak RT 04/01, Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Rabu (31/12/2025).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Bupati Tangerang terkait laporan kondisi infrastruktur penunjang aktivitas pertanian masyarakat.
Iwan Firmansyah menjelaskan, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga, khususnya petani, dalam mendukung kegiatan panen dan mobilitas sehari-hari.
Iklan
Jembatan dengan lebar sekitar 1,4 meter itu dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada tahun 2011 dan hingga kini masih aktif digunakan dengan intensitas lalu lintas yang cukup tinggi.
“Jembatan ini memiliki fungsi strategis karena menjadi penghubung antara Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, dengan Desa Jambukarya, Kecamatan Rajeg. Selain itu, jembatan ini melintasi Sungai Cimanceuri yang merupakan sungai aktif, sehingga perlu penanganan yang sesuai dengan standar teknis,” ujar Iwan.
Menurutnya, kondisi jembatan yang telah berusia lebih dari satu dekade dan terus digunakan setiap hari berpotensi mengalami penurunan kualitas struktur apabila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, DBMSDA akan melakukan langkah penanganan bertahap.“Untuk tahap awal, kami akan fokus pada peningkatan aspek keselamatan, seperti pengamanan jembatan.
Sementara untuk pembangunan permanen, DBMSDA akan menyusun perencanaan teknis secara komprehensif agar dapat diusulkan pada penganggaran tahun 2027,” jelasnya.Iwan menambahkan, jembatan pertanian tersebut direncanakan memiliki bentang sekitar 48 meter dengan lebar 1,4 meter.
Seluruh proses perencanaan dan pembangunan nantinya akan mengacu pada ketentuan teknis dan regulasi yang berlaku, termasuk Peraturan Menteri PUPR Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tata Cara Perizinan Berusaha dan Persetujuan Penggunaan Sumber Daya Air.
“Karena melintasi Sungai Cimanceuri yang kewenangannya berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, kami juga akan melakukan koordinasi lintas instansi agar proses perizinan dan pelaksanaan berjalan sesuai aturan,” tandasnya.
DBMSDA Kabupaten Tangerang berharap, dengan perencanaan yang matang dan dukungan kebijakan pemerintah daerah, pembangunan jembatan pertanian ini dapat memberikan akses yang lebih aman dan layak bagi masyarakat serta mendukung keberlanjutan sektor pertanian di wilayah tersebut.
(Sb-Alex)



