Jembatan penghubung antar desa di Desa Kedungdowo mendadak putus meski tak ada hujan ataupun angin.(Poto: istimewa).
Nganjuk, ifakta.co – Suara gemuruh yang terdengar di sore itu mengejutkan Warga Desa Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, pasalnya sumber suara itu ternyata berasal dari ambruknya jembatan penghubung antar desa pada Minggu (30/11).
Jembatan yang terbentang sepanjang 60 meter tersebut tiba -tiba saja putus tanpa adanya hujan deras ataupun banjir sebelumnya.Beruntung tak ada korban jiwa dari kejadian tersebut, meskipun ada salah satu pengendara sepeda motor yang terperosok karena sudah terlanjur masuk di bahu jembatan.
Iklan
Jembatan Kedungdowo selama ini menjadi akses utama warga untuk melakukan aktivitas baik itu bekerja, sekolah, maupun aktivitas ekonomi.
Karena ambrolnya jembatan tersebut dan patah di bagian tengah maka kini warga Kedungdowo dan sekitarnya tak lagi bisa melaluinya.Sejumlah warga menemukan tiang penyangga jembatan telah putus dan menggantung dan hal ini disinyalir sebagai pemicu patahnya jembatan yang tergolong panjang itu.

Kepala Desa Kedungdowo, Suprapto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa jembatan tersebut dibangun pada tahun 2009.
“Namun pada 2019 konstruksi jembatan sempat mengalami kerusakan, dan pada 2024 kami sudah melaporkan kembali jika enam dari delapan tiang penyangga dalam kondisi patah,” paparnya.
“Tidak ada hujan, tidak ada banjir. Tahu-tahu sore ini sudah putus total. Warga terpaksa memutar jauh hampir 5 kilometer,” ujar Suprapto.
Ia menambahkan bahwa laporan kerusakan tiang penyangga telah disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Nganjuk pada awal tahun. Namun hingga kini belum ada perbaikan, hingga akhirnya jembatan tersebut runtuh total.
Dari pantauan awal, diduga kerusakan terjadi pada struktur fondasi penyangga jembatan yang tidak lagi mampu menahan beban kendaraan yang melintas.
Akibat putusnya jembatan ini, warga Desa Kedungdowo praktis terisolasi. Pedagang, pelajar, dan masyarakat yang hendak beraktivitas kini harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu.
Warga meminta pemerintah daerah supaya bergerak cepat melakukan penanganan darurat sekaligus mengevaluasi kualitas konstruksi jembatan yang beberapa bulan terakhir dilaporkan bermasalah.
Masyarakat berharap perbaikan segera dilakukan karena jembatan Kedungdowo merupakan satu-satunya akses vital yang menghubungkan ribuan penduduk di desa tersebut.
(may).
