JAKARTA, ifakta.co– Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel terjerat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis malam (21/8/2025). Penangkapan tersebut diduga berkaitan dengan praktik pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Ketua IM57+ Institute, Lakso Anindito, menilai OTT ini hanya pintu masuk dari persoalan yang lebih besar di internal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Ia meminta KPK tak berhenti pada Noel semata, melainkan mengusut tuntas jejaring mafia yang selama ini mengendalikan praktik pemerasan.
“Kami mendesak KPK agar membongkar sindikasi pemerasan yang mengakar di Kemnaker. Penegakan hukum yang berulang menunjukkan ada struktur lama yang masih bertahan dan harus dibersihkan,” kata Lakso kepada wartawan, Jumat (22/8/2025).
Iklan
Lebih jauh, IM57+ juga mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas. Menurut Lakso, janji pemberantasan korupsi yang kerap digaungkan pemerintah masih sebatas retorika jika tidak dibarengi tindakan nyata.
“Presiden harus melakukan perombakan besar-besaran terhadap jajaran yang terindikasi terlibat. Tanpa tindakan radikal, tata kelola kementerian akan terus rentan terhadap praktik korupsi,” ujarnya.
Ironisnya, kasus ini muncul hanya beberapa pekan setelah KPK menetapkan tersangka baru dalam perkara suap izin tenaga kerja asing. Situasi tersebut memperlihatkan lemahnya sistem pengawasan internal di Kemnaker.
“Ini bukti nyata bahwa pembenahan sistemik sangat mendesak. Jika tidak, pola korupsi yang sama akan terus berulang,” tutup Lakso.
(sb-Alex)