IFAKTA, – Analis dari UBS menyoroti tiga faktor utama yang diperkirakan akan menopang pasar saham global dalam satu dekade ke depan. Kecerdasan buatan (AI), inovasi dalam sektor energi dan sumber daya, serta meningkatnya fokus terhadap umur panjang manusia.
Ketiganya dinilai sebagai tema investasi jangka panjang yang dapat menciptakan peluang pertumbuhan struktural di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global.
UBS melihat AI sebagai revolusi teknologi yang akan mempercepat produktivitas di berbagai sektor. Dari otomatisasi industri hingga layanan keuangan dan kesehatan, penerapan AI dinilai akan menciptakan nilai tambah besar bagi perusahaan yang mampu mengadopsinya secara strategis. Saham perusahaan teknologi, semikonduktor, dan infrastruktur cloud diperkirakan menjadi pemenang utama dari tren ini.
Iklan
Peralihan global menuju energi terbarukan dan efisiensi sumber daya menjadi pendorong penting kedua. UBS mencatat bahwa pertumbuhan investasi pada energi bersih, penyimpanan energi, serta teknologi hemat sumber daya akan memainkan peran penting dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon. Ini membuka peluang bagi saham di sektor energi terbarukan, kendaraan listrik, dan material berkelanjutan.
Faktor ketiga adalah peningkatan harapan hidup dan kesadaran akan kesehatan. UBS memproyeksikan peningkatan belanja kesehatan, teknologi medis, dan solusi bioteknologi seiring bertambahnya populasi lansia. Perusahaan yang menyediakan layanan, produk, dan inovasi terkait umur panjang akan berada di garis depan pertumbuhan dalam sektor ini.
UBS menyarankan investor untuk mulai mempertimbangkan eksposur jangka panjang terhadap ketiga tema ini, sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio. Meskipun volatilitas jangka pendek tetap ada, ketiga tren tersebut dinilai memiliki fondasi kuat untuk mendukung pertumbuhan pasar saham di masa depan. (Jo)