TANGERANG, ifakta.co – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung meninjau progres pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Pakuhaji dan Sukadiri, Rabu (1/4/2026). Peninjauan ini menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah daerah dalam menjawab keluhan masyarakat soal kondisi jalan yang rusak.
Didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Iwan Firmansyah, Kepala Dinas Perhubungan Jaenudin, serta jajaran terkait, Bupati memastikan proyek perbaikan jalan telah resmi berjalan.
“Hari ini Bina Marga sudah mulai melakukan pembangunan dan perbaikan jalan dari pertigaan Tanah Merah hingga Kramat,” tegas Maesyal di lokasi.
Iklan
Pengerjaan dilakukan secara bertahap per segmen guna menekan dampak kemacetan. Dari total penanganan sepanjang 2,89 kilometer, tahap awal difokuskan pada ruas sepanjang 720 meter, yang selanjutnya akan berlanjut hingga Gandu Kramat.

Menurutnya, strategi bertahap ini merupakan langkah realistis agar aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa terganggu secara signifikan.
“Kita hindari kemacetan panjang. Pembangunan dilakukan bertahap, tapi berkelanjutan sampai seluruh ruas tuntas,” ujarnya.
Bupati menegaskan, proyek betonisasi ini bukan sekadar perbaikan jalan biasa, melainkan jawaban atas kebutuhan masyarakat yang telah lama menanti akses jalan yang layak, khususnya di Kecamatan Sepatan dan Pakuhaji.
Ia juga mengapresiasi peran jajaran pemerintah wilayah yang telah aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami minta masyarakat bersabar. Ini pembangunan yang sudah lama dinantikan,” katanya.
Di sisi lain, Pemkab Tangerang tak menutup mata terhadap potensi kemacetan selama proyek berlangsung. Bupati pun menyampaikan permohonan maaf sekaligus meminta dukungan penuh dari seluruh unsur Forkopimcam untuk menjaga kelancaran lalu lintas.
“Kami mohon maaf jika terjadi kemacetan. Kami juga minta dukungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub agar pengaturan lalu lintas tetap kondusif,” tegasnya.
Secara jangka panjang, Pemkab Tangerang menargetkan perbaikan jalan dilakukan secara berkelanjutan. Tahun 2026 menjadi tahap awal, sementara penyelesaian menyeluruh akan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.
“Target kami, seluruh jalan di Kabupaten Tangerang ke depan berada dalam kondisi lebih baik,” tandasnya.
Tak hanya di Pakuhaji, pembangunan juga menyasar wilayah Sukadiri. Dari total kerusakan sepanjang 2,7 kilometer, tahun ini ditangani 1,157 kilometer dengan tahap awal sepanjang 687 meter.
Sisa ruas yang belum tertangani akan dilakukan pemeliharaan sementara sebelum dilanjutkan dengan betonisasi pada 2027.
“Keterbatasan anggaran membuat penanganan dilakukan bertahap, tapi kami pastikan semua akan dituntaskan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala DBMSDA Iwan Firmansyah menegaskan bahwa proyek jalan Pakuhaji dan Sukadiri merupakan program prioritas yang telah masuk skema lelang dini, sehingga pengerjaan bisa dimulai lebih cepat di awal tahun.
“Ini prioritas daerah. Karena sudah lelang dini, pelaksanaan bisa langsung berjalan,” ujarnya.
Ia merinci, untuk lanjutan rekonstruksi Jalan Cituis Sukadiri–Jati Gintung tahun 2026, pekerjaan meliputi rigid beton sepanjang 687 meter dengan lebar 7 meter dan ketebalan 25 cm.
Proyek ini ditargetkan mampu meningkatkan kondisi kemantapan jalan secara signifikan, dari sebelumnya 4,025 kilometer menjadi 5,182 kilometer pada 2026.
Pemkab berharap, pembangunan ini tak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mendorong mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami mohon dukungan masyarakat. Dan kami ingatkan, jalan yang masih dalam proses jangan dilalui dulu agar kualitas pembangunan tetap terjaga,” pungkasnya.
(Sb-Alex)



