ACEH, ifakta.co – Kegiatan ziarah yang dilakukan oleh Komite Peralihan Aceh (KPA) di wilayah Samudera Pase menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), sekaligus memperkuat komitmen menjaga perdamaian di Aceh.
Ketua KPA Wilayah Samudera Pase, Saiful Bahri, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pendiri GAM, khususnya Wali Hasan Tiro, serta menjadi sarana memperkuat kebersamaan dalam suasana Lebaran.
“Kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan kepada Wali Hasan Tiro dan memperkuat silaturahmi antar kombatan dalam suasana Lebaran,” ujar Saiful Bahri.
Iklan
Ia menegaskan pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah kondisi damai yang telah berlangsung selama hampir dua dekade. Menurutnya, mantan kombatan memiliki tanggung jawab moral untuk merawat perdamaian yang telah terbangun di Aceh.
“Kami berharap perdamaian yang sudah berjalan hampir dua dekade ini tetap terjaga,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Pon Yaya yang menilai ziarah tersebut menjadi momentum untuk merangkul seluruh elemen mantan GAM agar berperan aktif dalam pembangunan daerah, sejalan dengan semangat Perjanjian Damai Helsinki.
Sementara itu, Bendahara KPA Wilayah Kuta Pase, M Yasin Umar, menyebut kegiatan ini sebagai refleksi atas perjalanan panjang perjuangan rakyat Aceh.
“Ziarah ini mengingatkan kami pada jasa para pendahulu dan menjadi refleksi atas fondasi perjuangan yang telah dibangun,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh anggota KPA untuk mengisi masa damai dengan kontribusi nyata bagi pembangunan Aceh, terutama di bawah kepemimpinan Muzakir Manaf.
Di sisi lain, Ketua KPA Wilayah Aceh Rayeuk, Mukhlis Basyah, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan oleh seluruh wilayah KPA di masa mendatang. (AMN)



