PALI, Ifakta.co – Sebagai bagian dari persiapan dan pelaksanaan pembangunan Jembatan Beton Tahap IV (Jembatan Garuda) tahun 2026, Kodim 0404/Muara Enim menyelenggarakan serangkaian kegiatan pada hari Kamis (26/03/2026) di Desa Muara Dua, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Virtual Zoom Meeting yang dipimpin langsung oleh Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., dalam rangka persiapan pembangunan jembatan tersebut. Rapat ini diikuti oleh unsur Forkopimda, Muspika, dan berbagai pihak terkait.

Di antaranya peserta hadir adalah Dandim 0404/Muara Enim Letkol Arm Tri Budi Wijaya, S.H., Pabung Pali Kapten Czi Handayani, Pasiter Dim 0404/Muara Enim Kapten Inf Agus Sonjaya, Camat Tanah Abang Dadang Afriandy, S.H., M.Si beserta Ketua TP.PKK,

Iklan

Danramil 404-03/Pendopo Kapten Czi Sujarwo, perwakilan Kapolsek Tanah Abang Aipda Junaidi, perwakilan DPMD Kabupaten Pali Bpk. Eko Satrio, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Parwis dan Ade FR, serta perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pali Aprilio.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Muara Dua Winsa Obeni beserta perangkat desa, TP.PKK Desa Muara Dua, Linmas, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, warga sekitar, dan unsur insan pers.

Setelah rapat virtual berakhir, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Garuda yang menjadi simbol awal komitmen bersama dalam mewujudkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan pemberian bantuan sosial (baksos) sebanyak 30 paket kepada warga masyarakat setempat.

Pada pukul 16.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif.

Dalam keterangannya, Dandim 0404/Muara Enim Letkol Arm Tri Budi Wijaya, S.H., menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan bagian dari program nasional pembangunan 200 titik jembatan se-Indonesia. Jembatan yang akan dibangun memiliki spesifikasi panjang 10 meter, lebar 5 meter, dengan kapasitas angkutan kendaraan hingga 10 ton.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan program secara resmi kepada masyarakat luas, sekaligus menjelaskan manfaat yang akan diperoleh seperti peningkatan konektivitas antar wilayah, kemudahan mobilitas masyarakat, serta dukungan terhadap aktivitas ekonomi dan sosial yang berujung pada peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan spesifikasi teknis jembatan dan rencana pemasangan, serta membangun kesadaran tentang pentingnya pembangunan infrastruktur daerah guna mendorong dukungan dari berbagai pihak.

Sinergi antara pemerintah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), masyarakat, dan pihak terkait diharapkan dapat mempercepat penyebaran dan pelaksanaan program ini ke berbagai wilayah.

Hadirnya berbagai komponen masyarakat dan lembaga terkait menunjukkan dukungan bersama terhadap pembangunan infrastruktur yang diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan bagi perkembangan daerah dan kesejahteraan masyarakat.