Pernyataan resmi dari SPPG Mojorembun yang beredar di media sosial dan dibagikan melalui akun Instagram @SppgMojorembun.(Poto: istimewa).

NGANJUK, ifakta.co – Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojorembun, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk akhirnya menyampaikan permohonan maaf resmi setelah video menu siomay dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial karena disebut memiliki tekstur keras seperti batu.

Permohonan maaf tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang beredar di media sosial dan dibagikan melalui akun Instagram @SppgMojorembun.

Iklan

Dalam pernyataan tersebut, pihak SPPG Mojorembun mengakui adanya kesalahan terkait menu siomay yang didistribusikan kepada penerima manfaat pada Kamis (12/3/2026).

“Kami sangat menyesal terkait menu siomay yang kami sajikan. Kami tidak berniat sedikitpun memberi sajian yang kurang layak kepada penerima manfaat dan mengakui telah melakukan kesalahan,” tulis pernyataan resmi tersebut.

SPPG Mojorembun menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihak pengelola dapur MBG agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak SPPG bersama Badan Gizi Nasional (BGN) juga memberikan kompensasi kepada para penerima manfaat.

Kompensasi tersebut berupa pembagian susu yang diberikan kepada penerima manfaat pada Jumat (13/3/2026), sehari setelah menu siomay tersebut didistribusikan.

Selain itu, pengelola dapur MBG Mojorembun juga berkomitmen untuk melakukan perbaikan dalam proses pengolahan dan distribusi makanan agar kualitas menu program MBG tetap terjaga.

Mereka berharap program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi masyarakat, khususnya pelajar, dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat optimal bagi para penerima.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan siomay program MBG di Nganjuk dengan kondisi keras sempat viral di media sosial dan memicu berbagai komentar dari warganet.

(may).