PRABUMULIH, ifakta.co – Suasana tenang di Pesantren Al-Furqon, Kelurahan Tanjung Rambang, Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Kota Prabumulih, mendadak berubah panik setelah sebuah bangunan asrama santri dilaporkan terbakar pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Kepulan asap tebal yang membumbung tinggi pertama kali terlihat oleh salah satu guru pesantren, Sangkot Saputra (34). Ia langsung berteriak memanggil rekan guru lainnya setelah menyadari api mulai membesar dari arah bangunan asrama.
Tanpa menunggu lama, Sangkot bersama rekannya Ismunandar (35) berupaya melakukan pemadaman awal sambil menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Prabumulih.
Iklan
Tak lama kemudian, empat unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung berjibaku melawan kobaran api yang terus membesar.
Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis. Petugas Damkar dibantu Babinsa Kelurahan Tanjung Rambang Koptu Hasan Basri, Bhabinkamtibmas, perangkat kelurahan, serta warga sekitar yang turut membantu.
Setelah lebih dari satu jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 11.34 WIB.
Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.
Pimpinan Pesantren Al-Furqon, Ustadz Sariyono (60), diketahui sedang berada di rumah saat kejadian terjadi.
Sementara itu, berdasarkan hasil identifikasi awal dari pihak PLN, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik di dalam bangunan asrama.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp80 juta. Sejumlah barang milik santri ikut hangus terbakar, mulai dari lemari, buku-buku pelajaran dan kitab agama, hingga berbagai perlengkapan pribadi para santri.
Saat ini pihak terkait masih melakukan pendataan kerusakan serta koordinasi lanjutan untuk penanganan pasca kebakaran.
Peristiwa ini pun menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan asrama dan bangunan yang dihuni banyak orang. (edy-if)
