SOLO, ifakta.co – Rismon Hasiholan Sianipar memberikan kain ulos dan olahan ikan mas khas Batak kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat bertemu di kediaman Jokowi di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/3).

Pertemuan tersebut berlangsung setelah Rismon mengajukan permohonan restorative justice (RJ) kepada Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan ijazah palsu yang sebelumnya ia soroti.

“Tadi kita bawa na niarsik, juga tadi ada ulos,” kata Rismon kepada wartawan usai menemui Jokowi.

Iklan

Ulos merupakan kain tenun tradisional khas suku Batak yang menjadi simbol penghormatan dan doa dalam berbagai upacara adat. Sementara na niarsik adalah masakan tradisional Batak Toba berupa ikan mas yang dimasak kering menggunakan bumbu khas.

Simbol penghormatan adat Batak

Rismon menjelaskan, pemberian ulos dan na niarsik kepada Jokowi merupakan bentuk permohonan maaf sekaligus penghormatan secara adat Batak.

Menurut dia, dalam tradisi Batak, pemberian ulos dan makanan adat dapat dimaknai sebagai bentuk perdamaian dan penghormatan kepada seseorang yang dihormati.

“Istilahnya sebagai upah-upah. Artinya kami menganggap Pak Jokowi orang terhormat, untuk perdamaian,” ujarnya.

Minta maaf kepada Jokowi dan publik

Dalam kesempatan tersebut, Rismon juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Jokowi dan masyarakat terkait polemik dugaan ijazah palsu yang sempat mencuat.

“Tentu saya minta maaf kepada publik, apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo,” kata Rismon.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan penelitian lanjutan terkait dokumen ijazah Jokowi. Dari hasil penelitian tersebut, ia menyimpulkan tidak ditemukan kejanggalan.

“Tidak ada manipulasi digital seperti yang saya simpulkan pada buku Jokowi’s White Paper. Artinya keasliannya terjaga,” ujar Rismon.

Hingga kini, Polda Metro Jaya masih memproses permohonan restorative justice yang diajukan Rismon dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah Jokowi tersebut.

(muh/wli)