JAKARTA, ifakta.co – Keterlambatan pencairan tunjangan profesi guru kembali menjadi sorotan. Sejumlah guru di berbagai daerah mengeluhkan hak mereka yang hingga awal Maret 2026 belum juga diterima.

Keluhan ini mencuat di tengah bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyedot anggaran besar dari pemerintah pusat. Tak sedikit pihak mempertanyakan apakah tersendatnya tunjangan guru berkaitan dengan realokasi anggaran untuk program tersebut.

Seorang guru sejarah di Jakarta Pusat mengaku telah berulang kali mengurus administrasi pencairan tunjangan profesi. Namun hingga kini, dana yang menjadi haknya belum juga masuk ke rekening.

Iklan

“Kami sudah melengkapi semua berkas sesuai prosedur. Tapi pencairan masih belum jelas kapan dilakukan,” ujarnya.

Tunjangan profesi guru merupakan hak yang diberikan kepada guru bersertifikasi sebagai bentuk penghargaan atas profesionalisme mereka. 

Dana tersebut selama ini menjadi penopang kesejahteraan guru, terutama bagi yang bertugas di sekolah negeri maupun swasta.

Di sisi lain, pemerintah tengah fokus menjalankan program MBG yang digadang-gadang sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas gizi pelajar. 

Program ini menelan anggaran besar dalam APBN 2026 dan menjadi salah satu prioritas nasional.

Pengamat kebijakan publik menilai pemerintah perlu memberikan transparansi terkait alokasi anggaran pendidikan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Jangan sampai muncul persepsi bahwa satu program prioritas justru mengorbankan hak dasar tenaga pendidik,” kata seorang analis kebijakan pendidikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab keterlambatan pencairan tunjangan tersebut.

Para guru berharap pemerintah segera memberikan kepastian agar polemik tidak berlarut-larut. Pasalnya, keterlambatan pembayaran tunjangan berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi para pendidik. (AMN)