TEHERAN, ifakta.co – Media yang berafiliasi dengan Pemerintah Iran secara tegas membantah kabar yang menyebar luas bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas dalam serangan militer yang dilancarkan oleh Israel bersama Amerika Serikat. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang telah menarik perhatian dunia.
Beberapa outlet media Iran, termasuk kantor berita Tasnim dan Mehr, menegaskan bahwa klaim kematian Khamenei tidak benar dan merupakan bentuk “serangan mental” atau operasi disinformasi oleh pihak lawan.
Dalam pernyataannya, mereka menyebut bahwa Khamenei tetap dalam kondisi baik dan terus melaksanakan tugas kepemimpinan serta tetap teguh memimpin bangsa di tengah situasi konflik yang meningkat.
Iklan
Bantahan ini muncul setelah pejabat Israel dan beberapa media internasional melaporkan bahwa Khamenei sudah tewas dalam serangan rudal yang menargetkan kantor pusat kepemimpinan di Teheran pada akhir pekan lalu.
Pejabat Israel menyatakan bahwa keberadaan jenazahnya telah ditemukan setelah serangan tersebut, namun klaim itu dibantah keras oleh otoritas Iran.
Media Iran menuding bahwa pemberitaan tentang kematian Pemimpin Tertinggi itu merupakan bagian dari psikological warfare atau taktik perang mental yang sengaja disebarkan untuk melemahkan moral rakyat dan mengacaukan struktur pemerintahan Teheran. Mereka juga menekankan bahwa Khamenei tetap memimpin operasi di lapangan dan tidak ada perubahan signifikan atas statusnya sebagai pemimpin negara.
Hingga kini, masih terjadi laporan yang bertentangan dari berbagai pihak internasional mengenai nasib Khamenei, dengan masing-masing pihak menegaskan versi peristiwa yang berbeda.
Situasi ini memperuncing ketegangan antara Iran dan koalisi Israel–AS serta memicu kekhawatiran akan dampak lebih luas terhadap stabilitas di kawasan Timur Tengah.
(Sb-Alex)
