JAKARTA, ifakta.co – Shalat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan pada malam hari selama bulan Ramadhan.
Hukum pelaksanaannya adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan bagi umat Islam. Ibadah ini memiliki berbagai keutamaan besar, terlebih jika dikerjakan secara berjamaah.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa saja yang melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan mendapatkan ganjaran yang besar. Bahkan, pelaksanaan shalat tarawih secara berjamaah dihitung seperti melaksanakan shalat sepanjang malam.
Iklan
Dalam kitab Durratun Nashihin, dijelaskan keutamaan shalat tarawih pada setiap malam di bulan Ramadhan. Berikut keutamaan shalat tarawih mulai malam ke-11 hingga malam ke-20.
Malam Ke-11
وَفِى اللَّيْلَةِ الْحَادِيَةَ عَشَرَةَ يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْيَا كَيَوْمٍ وُلِدَ مِنْ بَطْنِ اُمِّهِ
Artinya:
Pada malam kesebelas, kelak ia akan meninggal dunia seperti keadaan dimana ia baru dilahirkan dari perut ibunya.
Malam Ke-12
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةَ عَشَرَةَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ
Artinya:
Pada malam kedua belas, pada saat hari kiamat wajahnya bersinar bagaikan bulan di malam purnama.
Malam Ke-13
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةَ عَشَرَةَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمْنًا مِنْ كُلِّ سُوْءٍ
Artinya:
Pada malam ketiga belas, pada saat hari kiamat ia akan selamat dari segala macam keburukan.
Malam Ke-14
وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةَ عَشَرَةَ جَاءَتِ الْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُوْنَ لَهُ اَنَّهُ قَدْ صَلَّى التَّرَاوِيْحَ فَلَا يُحَاسِبُهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya:
Pada malam keempat belas, malaikat menjadi saksi bahwa ia melakukan shalat tarawih. Maka Allah tidak akan menghisabnya kelak di hari kiamat.
Malam Ke-15
وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةَ عَشَرَةَ تُصَلِّى عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ وَحَمَلَةُ الْعَرْشِ وَالْكُرْسِىِّ
Artinya:
Pada malam kelima belas, para malaikat, malaikat penyangga Arsy dan para malaikat penjaga kursi kerajaan langit akan memintakan ampunan untuknya.
Malam Ke-16
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةَ عَشَرَةَ كَتَبَ اللهُ لَهُ بَرَاءَةَ النَّجَاةِ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةَ الدُّخُوْلِ مِنَ الْجَنَّةِ
Artinya:
Pada malam keenam belas, Allah mencatat kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan masuk surga baginya.
Malam Ke-17
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةَ عَشَرَةَ يُعْطَى مِثْلَ ثَوَابَ الْاَنْبِيَاءِ
Artinya:
Pada malam ketujuh belas, akan diberi pahala sebagaimana pahala para Nabi.
Malam Ke-18
وَفىِ اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةَ عَشَرَةَ نَادَى مَلَكٌ يَاعَبْدَ اللهِ اَنَّ اللهَ رَضِىَ عَنْكَ وَعَنْ وَالِدَيْكَ
Artinya:
Pada malam kedelapan belas, malaikat berkata: wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah meridhaimu dan kedua orang tuamu.
Malam Ke-19
وَفِى اللَّيْلَةِ التَّاسِعَةَ عَشَرَةَ يَرْفَعُ اللهُ دَرَجَاتَهُ فِى الْفِرْدَوْسِ
Artinya:
Pada malam kesembilan belas, Allah akan mengangkat derajatnya di surga.
Malam Ke-20
وَفِى اللَّيْلَةِ الْعِشْرِيْنَ يُعْطَى ثَوَابَ الشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ
Artinya:
Pada malam kedua puluh, akan diberi pahala seperti pahala orang yang mati syahid dan orang-orang shalih.
Keutamaan-keutamaan tersebut menunjukkan besarnya rahmat Allah SWT bagi umat Islam yang menghidupkan malam Ramadhan dengan shalat tarawih. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, ibadah ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan serta meraih ampunan di bulan penuh berkah.
Melaksanakan shalat tarawih secara konsisten hingga akhir Ramadhan menjadi salah satu amalan yang dianjurkan agar umat Islam dapat memperoleh keutamaan yang dijanjikan.
Sumber: jatim.nu.or.id
(naf/kho)



