JAKARTA, ifakta.co – Suasana hangat dan penuh haru terasa di Yayasan Anak Yatim Rosulullah, Gambir, Jakarta Pusat, saat Silvi bersama para sahabatnya datang membawa senyum dan kepedulian untuk puluhan anak yatim yang tinggal di sana. Jumat 27 Februari 2026.
Didampingi Dipa, Ririn, Iis, Gita, dan Wulan, Silvi menyalurkan bantuan berupa paket sembako serta uang tunai sebesar Rp7 juta. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk cinta dan perhatian kepada anak-anak yatim, khususnya di bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan.
Kehadiran mereka bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga berbagi kebahagiaan. Canda dan tawa anak-anak yatim pecah saat para donatur berinteraksi langsung, menciptakan momen hangat yang menguatkan ikatan rasa persaudaraan.
Iklan
Pengurus Yayasan Anak Yatim Rosulullah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Neng Silvi dan para sahabat-sahabatnya atas perhatian dan bantuannya. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan ini dengan kesehatan, kelancaran rezeki, dan pahala yang berlipat ganda,” ujar salah satu pengurus yayasan dengan penuh haru.
Silvi mengatakan, kegiatan berbagi tersebut telah menjadi agenda rutin yang ia lakukan bersama sahabat-sahabatnya setiap tahun.
“Kami sudah menjalankan kegiatan sosial seperti ini setiap tahun. Apalagi di bulan Ramadan yang penuh berkah, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan adik-adik yatim. Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat dan membawa senyum untuk mereka,” ujar Silvi kepada ifakta.co.
Sementara itu, Ririn dan Dipa sahabat Silvi, turut menyampaikan harapannya. Ia mengaku tergerak untuk terus berbagi karena melihat langsung kebahagiaan anak-anak yatim.
“Bagi kami, ini bukan soal seberapa besar yang diberikan, tapi tentang ketulusan dan kebersamaan. Melihat adik-adik tersenyum sudah menjadi kebahagiaan tersendiri. Semoga silaturahmi ini terus terjaga dan semakin banyak orang yang tergerak untuk peduli kepada anak-anak yatim,” tutur Wulan.
Aksi sosial ini menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan kota, masih banyak hati yang tergerak untuk menebar kasih sayang. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperluas empati dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
(Sb-Alex)



