LONDON, Ifakta.co – Mantan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, menyerukan kepada negara-negara sekutu Barat untuk mempertimbangkan pengiriman pasukan non-tempur ke Ukraina sebagai bagian dari upaya mendukung stabilitas menjelang kemungkinan gencatan senjata dalam konflik yang masih berlangsung.

Dalam pernyataannya, Johnson menekankan bahwa kehadiran pasukan non-tempur seperti pelatih militer, tenaga logistik, dan personel pendukung teknis dapat membantu memperkuat kapasitas pertahanan Ukraina tanpa secara langsung terlibat dalam operasi tempur. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap keamanan Eropa.

Dukungan Tanpa Keterlibatan Langsung

Iklan

Menurut Johnson, kehadiran terbatas pasukan sekutu di Ukraina akan memberikan sinyal kuat kepada Moskow bahwa komunitas internasional tetap solid dalam mendukung kedaulatan Kyiv. Namun, ia menegaskan bahwa pasukan yang dikirim tidak akan berperan dalam pertempuran garis depan.

Sejak invasi besar-besaran Rusia pada 2022, negara-negara Barat telah memberikan bantuan militer, keuangan, dan kemanusiaan kepada Ukraina. Namun, pengiriman pasukan meski dalam peran non-tempur tetap menjadi isu sensitif yang memicu perdebatan di sejumlah ibu kota Eropa.

Respons dan Tantangan Diplomatik

Sejumlah analis menilai gagasan tersebut dapat memperkuat posisi Ukraina dalam perundingan menuju gencatan senjata. Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa langkah itu berpotensi meningkatkan ketegangan dengan Rusia, yang selama ini menentang keterlibatan langsung negara-negara NATO di wilayah konflik.

Pemerintah Inggris saat ini belum mengumumkan perubahan kebijakan resmi terkait penempatan personel di Ukraina. Sementara itu, para pemimpin Eropa dan Amerika Serikat terus melakukan koordinasi intensif guna mencari jalan menuju penghentian konflik yang berkelanjutan.

Seruan Johnson muncul di tengah dinamika diplomatik yang berkembang, ketika berbagai pihak berupaya menyeimbangkan antara dukungan militer, tekanan politik, dan peluang tercapainya kesepakatan damai.(FA)