DEMAK, ifakta.co – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Demak menyebabkan debit air di Bendung Barang, Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, meningkat hingga 210 sentimeter dengan status siaga. Kondisi tersebut memicu banjir di sejumlah titik permukiman warga di Desa Banyumeneng dan Desa Kebonbatur.
Di Desa Banyumeneng, genangan air merendam beberapa dukuh. Di Dukuh Krajan Kidul RT 06/RW 04, dari total 56 kepala keluarga (KK), sebanyak 15 rumah dilaporkan tergenang. Sementara di RT 07/RW 04 dukuh yang sama, dari 70 KK, tercatat 22 rumah terdampak banjir.
Genangan juga terjadi di Dukuh Kedung Dokok RT 04/RW 02 dengan 12 rumah dari 72 KK terdampak. Sedangkan di Dukuh Kedung Dolog RT 10/RW 02, sebanyak 22 rumah dari 42 KK terendam air, dan di RT 11/RW 02 tercatat 14 rumah dari total 36 KK terdampak.
Iklan
Selain permukiman warga, sepanjang Jalan Krajan Kidul, Desa Banyumeneng, turut tergenang air dengan ketinggian sekitar 60 sentimeter. Meski demikian, hingga laporan ini disusun, belum ada warga yang mengungsi. Masyarakat masih bertahan di rumah masing-masing sambil memantau perkembangan debit air.
Banjir juga melanda wilayah Desa Kebonbatur, khususnya di Perumahan Arion Mas. Di Perumahan Arion Mas VI RW 29, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 150 sentimeter. Dari total 250 unit rumah, sebanyak 150 unit yang dihuni warga terdampak genangan.
Sementara itu, di Perumahan Arion Mas V RW 28, air setinggi kurang lebih 150 sentimeter merendam 180 rumah warga.
Tim SAR bersama relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Anglingkusumo Banyumeneng masih melakukan proses evakuasi warga di Perumahan Arion Mas VI RW 29 dan Arion Mas V RW 28. Petugas juga terus memantau kondisi debit air Bendung Barang guna mengantisipasi potensi peningkatan genangan apabila curah hujan kembali tinggi.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa. Warga diimbau tetap waspada serta mengikuti arahan petugas di lapangan. (Adhi).



