BANYUMAS, ifakta.co – Prosesi Kirab Pusaka dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas berlangsung khidmat pada Minggu (15/2).

Empat pusaka kebesaran Banyumas dikirab dari Rumah Dinas Wakil Bupati menuju Pendopo Si Panji Purwokerto, disaksikan masyarakat yang memadati sepanjang rute kirab.

Kirab diawali dengan upacara dan penyerahan pusaka oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, di halaman Pendopo Wakil Bupati. Setelah itu, iring-iringan bergerak menyusuri Jalan Soedirman menuju Pendopo Si Panji.

Iklan

Setibanya di lokasi, pusaka-pusaka tersebut kembali dileremkan atau diistirahatkan di Gedung Pusaka.

Empat pusaka yang dikirab meliputi Tombak Kiai Genjring, Keris Nala Praja, Keris Gajah Endra, dan Keris Kiai Sempana Bener. Keempatnya melambangkan kekuatan, keagungan, semangat perjuangan, serta keteguhan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai nilai dasar masyarakat Banyumas.

Barisan kirab diawali pembawa Lambang Daerah Kabupaten Banyumas, disusul peserta kirab yang dipimpin Suba Manggala yang tahun ini diperankan Camat Baturraden, Bangkit Angga Barokah.

Di belakangnya, para pembawa pusaka berjalan membawa benda-benda bersejarah tersebut dengan penuh kehormatan.

Iring-iringan kemudian diikuti langsung oleh Bupati Banyumas pertama, Raden Joko Kahiman beserta istri yang diperankan Kakang Mbekayu Banyumas. Selanjutnya, pembawa joli berisi foto Bupati Banyumas ke-2 hingga ke-31 turut memeriahkan prosesi.

Di barisan berikutnya, Bupati Banyumas ke-32 Sadewo Tri Lastiono bersama Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti dan jajaran Forkopimda Banyumas berjalan mengenakan pakaian adat Jawa Banyumasan.

Seluruh rombongan tampil seragam dengan busana adat lengkap dan didampingi istri masing-masing.

Formasi kirab tahun ini juga menghadirkan penataan baru. Rombongan kecamatan yang biasanya berada setelah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini diselang-seling dengan OPD sebelum diikuti kelompok masyarakat.

Salah satu warga Banyumas yang menyaksikan kirab, Fandi (30) mengaku selalu mengikuti perkembangan kegiatan kesenian di daerahnya.

“Saya selalu update kalau ada acara kesenian di Banyumas. Dengan menyaksikan kirab budaya selama tiga tahun ini, menurut saya dengan menyaksikan kirab budaya ini saya merasa dekat dengan Banyumas, dekat dengan adat kesenian Banyumas. Semoga budaya ini terus dilestarikan oleh kita, generasi kita,” ujarnya.

Melalui kirab pusaka ini, peringatan Hari Jadi ke-455 Banyumas tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum penguatan identitas sejarah dan budaya daerah di tengah masyarakat.

(naf/kho)