BANYUMAS, ifakta.co – Agenda Gubernur Menyapa Rumah Rakyat digelar di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Kabupaten Banyumas, Sabtu (14/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, turut diluncurkan program Ngopeni Omah Ngelakoni Sesarengan sebagai penguatan pelayanan publik berbasis kedekatan wilayah.

Hadir langsung Taj Yasin Maimoen, Wakil Gubernur Jawa Tengah, acara ini menjadi forum dialog terbuka antara pemerintah provinsi dan masyarakat.

Iklan

Dalam sambutannya, Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa luasnya wilayah Jawa Tengah menuntut pola pelayanan yang lebih dekat dan responsif.

“Jawa Tengah itu luas. Kalau kami hanya menerima aduan di kantor provinsi saja, itu terlalu jauh. Sehingga kami ingin mendekatkan supaya masyarakat dapat lebih cepat memberikan aduan. Pada kesempatan ini kami mendekatkan melalui dinas pendidikan yang ada di Kabupaten Banyumas.”

Menurutnya, pendekatan ini bertujuan agar masyarakat merasa diperhatikan dan memiliki akses langsung untuk menyampaikan kebutuhan maupun persoalan yang dihadapi.

Sorotan Dialog Warga

Sesi dialog berlangsung dengan sejumlah perwakilan masyarakat mengajukan pertanyaan dan masukan kepada pemerintah provinsi. Dari beberapa aspirasi yang disampaikan, berikut dua di antaranya yang menjadi sorotan.

Bintang Imanuel, perwakilan OSIS SMA Negeri 2 Purwokerto, menyampaikan apresiasi atas perbaikan Jalan Ringin Tirto. Namun, ia juga menyoroti meningkatnya angka kecelakaan setelah perbaikan dilakukan.

“Saya sangat mengapresiasi perbaikan jalan yang ada di Jalan Ringin Tirto, namun kenapa semenjak ada pembenaran jalan tersebut sering ada kecelakaan bahkan sampai ada yang meninggal? Kemungkinan karena aspal yang terlalu halus.”

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur menekankan pentingnya disiplin keselamatan berkendara serta penguatan rambu lalu lintas.

“Ini menjadi imbauan untuk kita. Jalan kita sudah diperbaiki, jadi mari kita berkendara dengan mengutamakan keselamatan, jangan ngebut. Apalagi itu jalan penghubung. Maksimal kecepatan harus diperhatikan. Tolong Dishub nanti diberikan rambu-rambu batas maksimal kecepatan.”

Aspirasi lain datang dari Kuning Sri, biyung kelompok tani Kabupaten Banyumas. Ia menjelaskan bahwa setiap desa memiliki rata-rata dua kelompok tani dan telah membentuk gabungan di tingkat kecamatan. Produk olahan yang dihasilkan bahkan telah menembus pasar modern dan memperoleh penghargaan dari Ibu Negara. Ia berharap adanya dukungan pembinaan dan anggaran.

“Kami punya banyak olahan, anggota kami ribuan. Produk sudah masuk pasar modern. Pernah dapat penghargaan dari Ibu Negara. Saya di sini mau minta tolong adakan bimbingan dan anggaran untuk kelompok tani Kabupaten Banyumas.”

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi serta mendorong tindak lanjut di tingkat kabupaten.

“Saya sangat mengapresiasi para kelompok tani, sangat luar biasa. Nantinya terkait pengolahan, saya minta ditindaklanjuti di tingkat kabupaten,” jawab Yasin.

Selain dialog dan penyerapan aspirasi, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai layanan publik gratis bagi masyarakat. Di antaranya cek kesehatan dan donor darah, layanan administrasi kependudukan (adminduk) dan perizinan, bursa kerja serta layanan pajak kendaraan, hingga pasar pangan murah dan pameran produk UMKM. Kehadiran layanan tersebut dimaksudkan agar masyarakat dapat memperoleh manfaat langsung dalam satu lokasi kegiatan.

Peluncuran Ngopeni Omah Ngelakoni Sesarengan menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam membangun sinergi bersama masyarakat melalui pelayanan yang lebih terbuka, mudah dijangkau, dan berdampak.

(naf/kho)