SEMARANG, ifakta.co – Di antara 50 karya yang dipamerkan dalam ARTBILITY6 di Galeri B9 FBS UNNES, karya berjudul Temporary menarik perhatian melalui pendekatan visual dan gagasan yang personal.
Karya ini dibuat oleh Norma Aulia Rahma, mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni UNNES angkatan 2023, yang akrab disapa Noe.
Menggunakan teknik mix media berukuran 80 x 110 sentimeter, Noe tidak lagi menggunakan kanvas seperti karya-karya sebelumnya.
Iklan
Untuk pameran ini, ia memilih medium yellow board yang dilapisi potongan koran, terinspirasi dari praktik seniman Jerman yang mengeksplorasi material non-kanvas dalam karya lukis.
“Selama ini aku sering melukis dan ikut pameran pakai media kanvas. Tapi untuk kali ini aku terinspirasi dari seniman Jerman yang menggunakan yellow board yang ditempeli koran. Proses pengerjaan karya tersebut memakan waktu lima hari,” jelas Noe saat ditemui (12/2).
Secara visual, Temporary menampilkan sosok yang memeluk tubuh lain yang tidak lagi utuh. Komposisi tersebut merepresentasikan relasi antarmanusia yang rapuh dan tidak permanen. Sesuai dengan judulnya, Noe ingin menyampaikan gagasan tentang pertemuan dan perpisahan.
“Dari lukisanku aku mau menyampaikan tentang people come and go. Aku melukis seseorang yang memeluk erat tubuh yang tak lagi utuh. Ini sebagai pengingat bahwa sebaik apa pun orang, semenyenangkan apa pun mereka, itu hanya sementara. Orang-orang akan pergi pada masanya, meski kita menolak, meski kita menggenggam erat,” ujarnya.
Melalui karya ini, Noe juga menyisipkan pesan reflektif bagi pengapresiasi seni. Ia menekankan pentingnya kemandirian emosional di tengah dinamika hubungan.
“Pesan yang mau aku sampaikan, jangan terlalu bergantung pada orang lain. Kita harus tetap punya jiwa dan diri kita sendiri kapan pun itu, supaya ketika harus sendirian kita tidak hancur,” tambahnya.
Kehadiran Temporary selaras dengan tema besar pameran ARTBILITY6, Before I Disappear: Will I Be Missed? Jika pameran tersebut mempertanyakan tentang jejak dan makna keberadaan manusia, karya Noe mempersempit fokusnya pada dimensi relasional tentang kehilangan, ketidakkekalan, dan ketakutan akan ditinggalkan.
Dalam konteks itu, Temporary bukan sekadar representasi visual perpisahan, tetapi juga refleksi atas batas antara keberadaan dan ketiadaan dalam hubungan manusia.
Sebuah pengingat bahwa segala yang hadir bisa saja menjadi kenangan, dan bahwa ketahanan diri tetap menjadi kunci ketika yang digenggam tidak lagi utuh.
(naf/kho)



