JAKARTA, ifakta.co – Rekaman video yang memperlihatkan seorang pria lanjut usia diusir dan diduga diintimidasi di kawasan Tipar Cakung, Cilincing, Jakarta Utara, viral di media sosial. Dalam narasi yang beredar, pria tersebut disebut sebagai juru parkir (jukir) liar.

Dalam video itu, terdengar suara perekam mempertanyakan keberadaan sang lansia dan memintanya pergi. Pria tua tersebut tampak berusaha menjelaskan bahwa dirinya tidak meminta uang parkir kepada siapa pun.

Belakangan terungkap, pria dalam video itu bernama Candra Harahap (66). Ia bukan juru parkir liar, melainkan seorang pencari barang rongsokan yang juga pensiunan guru.

Iklan

Klarifikasi Satpol PP

Kepala Satpol PP Cilincing, Roslely Tambunan, memastikan bahwa hasil pengecekan di lapangan menunjukkan Candra bukan jukir liar.

“Yang bersangkutan terlihat hanya sesekali membantu parkir ketika lewat, itu pun jarang. Biasanya datang lalu pergi lagi,” ujar Roslely saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026).

Pengakuan Candra

Saat ditemui di kediamannya di Sukapura, Cilincing, Candra mengaku dirinya hanya sering beristirahat di sekitar warung bakso tempat kejadian.

“Saya cuma duduk saja di situ. Orang kira saya markir. Saya tidak pernah minta uang,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Menurut Candra, memang ada pengunjung yang terkadang memberinya uang secara sukarela.

“Kalau dikasih ya saya terima. Tapi bukan saya yang minta,” katanya.

Candra diketahui pensiun sebagai guru pada tahun 2020. Ia terakhir mengajar di SDN Rawa Badak Utara 05. 

Ia juga mengungkapkan pernah menggadaikan surat keputusan (SK) pensiunnya untuk modal usaha, namun dana yang dijanjikan tak pernah ia terima.

“Katanya cair, tapi tidak sampai ke saya,” ungkapnya.

Mediasi Berujung Damai

Pemilik warung bakso sekaligus perekam video, Mei Dana, akhirnya meminta maaf secara langsung kepada Candra. Mediasi dilakukan dua kali, yakni Selasa (10/2/2026) malam dan Rabu (11/2/2026) siang di rumah Candra.

“Saya menyesal karena kejadian ini sudah sangat viral. Saya mohon maaf,” kata Mei Dana.

Ia juga membantah bermaksud merendahkan Candra. Terkait nada tinggi dalam video, Mei Dana mengklaim suara tersebut merupakan hasil rekaman tambahan (voice over).

Sementara itu, Candra memilih untuk tidak memperpanjang persoalan tersebut.

“Kalau sudah saling menyadari ya sudah. Saya tidak mau repot,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat agar masyarakat tidak mudah menghakimi seseorang tanpa mengetahui fakta sebenarnya. (AMN)