JAKARTA, ifakta.co – Pertemuan Presiden dengan lima konglomerat nasional memantik optimisme pasar. Tak lama setelah kabar itu beredar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergerak di zona hijau, seolah membaca sinyal kepercayaan dari ruang-ruang pertemuan yang tertutup namun sarat makna.

Pertemuan yang berlangsung di lingkungan Istana Negara itu disebut membahas stabilitas ekonomi, investasi strategis, serta komitmen dunia usaha dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan global.

Iklan

Meski detail agenda tak sepenuhnya dibuka ke publik, pesan yang tersirat cukup jelas. Pemerintah dan pelaku usaha besar tengah merapatkan barisan.

Di lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia, pelaku pasar merespons cepat. Saham-saham sektor perbankan, infrastruktur, dan konsumer memimpin penguatan.

Investor domestik disebut lebih agresif melakukan aksi beli, sementara investor asing mulai mencatatkan net buy setelah beberapa hari cenderung menahan diri.

Sejumlah analis menilai, pertemuan tersebut menjadi katalis psikologis yang penting. “Pasar selalu mencari kepastian. Ketika ada komunikasi intens antara kepala negara dan pelaku usaha besar, itu diterjemahkan sebagai upaya menjaga stabilitas dan kesinambungan kebijakan,” ujar seorang analis pasar modal.

Di tengah dinamika geopolitik dan fluktuasi harga komoditas global, sinergi pemerintah dan konglomerasi nasional dipandang sebagai jangkar. Bukan semata soal angka di papan elektronik, melainkan tentang persepsi, bahwa roda ekonomi tetap dijaga agar tak goyah.

Namun demikian, penguatan IHSG dinilai masih memerlukan konfirmasi lanjutan dari data fundamental, mulai dari inflasi, neraca dagang, hingga realisasi investasi kuartal berjalan. Tanpa itu, reli pasar berpotensi bersifat sementara.

Pertemuan Presiden dengan lima konglomerat itu, bagi sebagian kalangan, adalah simbol dialog antara kekuasaan dan modal. Bagi pasar, ia adalah isyarat bahwa stabilitas tetap menjadi prioritas.

Pagi ini Kamis (12/2) grafik IHSG yang menghijau seakan menjadi catatan kecil bahwa optimisme, setidaknya untuk hari ini, masih punya ruang.(FA)