KYIV, ifakta.co – Di tengah malam yang belum sepenuhnya reda dari dentuman perang, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy memanggil lingkar inti pertahanan negaranya. Pada Selasa (10/2) waktu setempat.
Ia menggelar pembicaraan panjang dan tertutup bersama Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Oleksandr Syrskyi, Kepala Staf Umum Andrii Hnatov, serta Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov.
Pertemuan itu bukan sekadar rapat rutin. Ia menjadi ruang pengakuan sekaligus pencarian jalan keluar atas celah-celah rapuh pertahanan udara dan tameng terakhir yang memisahkan langit dari kepala warga sipil.
Iklan
Hampir empat tahun sejak Rusia memulai invasi besar-besaran, perang telah mengajari Ukraina satu hal pahit. Perlindungan warga tak pernah selesai dikerjakan.
Zelenskiy menekankan bahwa evaluasi menyeluruh diperlukan, bukan hanya pada sistem pertahanan udara, tetapi juga pada seluruh aspek perlindungan sipil.
Dari kesiapan radar hingga respons darurat, dari koordinasi komando hingga distribusi sumber daya, semuanya diletakkan di meja yang sama dan ditimbang dengan kesadaran bahwa setiap keputusan beresonansi langsung pada keselamatan nyawa.
Sumber-sumber di lingkar pertahanan menyebutkan, diskusi berlangsung intens dan detail. Para perwira menyajikan pembaruan situasi medan, tantangan teknis, serta kebutuhan mendesak untuk menutup celah yang masih dimanfaatkan serangan.
Di balik peta dan laporan, ada satu benang merah. Ialahwaktu adalah variabel paling mahal. Di Kyiv, rapat berakhir tanpa gemuruh kamera. Namun pesan yang dibawa keluar jelas, negara ini terus belajar di bawah tekanan, memperbaiki diri di tengah serangan, dan berupaya memastikan bahwa perlindungan warga sipil bukan sekadar janji, melainkan kerja yang tak henti diperbarui.(J0)
