SEMARANG, ifakta.co – Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali meneguhkan komitmennya dalam penguatan sumber daya manusia melalui pengukuhan empat Guru Besar baru, Rabu (11/2/2026), di Auditorium Prof. Wuryanto UNNES.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum istimewa bagi sivitas akademika karena menandai lahirnya para profesor baru dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Empat akademisi yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Bernadus Wahyudi Joko Santoso, M.Hum. (kepakaran Analisis Wacana Kritis – FBS), Prof. Dr. Nugroho Trisnu Brata, S.Sos., M.Hum. (kepakaran Antropologi Pembangunan – FISIP), Prof. Dr. Sri Rejeki Urip, M.Hum. (kepakaran Pragmatik – FBS), dan Prof. Dr. Bestari Dwi Handayani, S.E., M.Si. (kepakaran Akuntansi Sektor Publik – FEB).
Iklan
Dalam sambutannya, Rektor UNNES menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas capaian akademik keempat profesor tersebut.
Ia menegaskan bahwa pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni, melainkan bukti konsistensi universitas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Profesor merupakan jabatan fungsional tertinggi seorang dosen. Namun, di sisi lain, pencapaian ini juga membawa tanggung jawab yang lebih besar. Dalam dunia akademik, profesor bukan sekadar pangkat atau jabatan, tetapi pengakuan atas kecemerlangan dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi,” ujarnya (11/2).
Rektor menambahkan, para profesor diharapkan menjadi “api akademik” yang terus menyala, memberi inspirasi, dan menerangi sivitas akademika melalui karya nyata, riset, serta publikasi ilmiah.
Modal intelektual yang dibangun dari kepakaran, pengalaman riset, dan pengabdian bertahun-tahun menjadi fondasi penting dalam mendorong kemajuan institusi.
Ia menyatakan keyakinannya bahwa keempat profesor yang dikukuhkan mampu mengemban amanah sebagai motor sekaligus mentor dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah.
“Prof. Bestari Dwi Handayani, yang akrab disapa Prof. Ita, dikenal sebagai pakar akuntansi sektor publik dengan fokus pada tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berkeadilan, transparan, dan berkelanjutan. Sementara itu, Prof. Sri Rejeki Urip mendalami bidang pragmatik, dengan penekanan pada ketepatan makna dan konteks dalam pembelajaran serta riset bahasa,” tuturnya.
Ia menambahkan, di bidang linguistik, Prof. Bernadus Wahyudi Joko Santoso menekuni kajian analisis wacana kritis, yang memandang bahasa sebagai praktik sosial yang sarat makna dan relasi kekuasaan. Adapun Prof.
Nugroho Trisnu Brata mengembangkan kepakaran antropologi pembangunan, yang melihat pembangunan sebagai proses yang berorientasi pada manusia, budaya, dan keberlanjutan kehidupan.
Rektor berharap, capaian akademik ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi UNNES, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Pengukuhan empat guru besar ini menjadi penegasan bahwa UNNES terus bergerak memperkuat tradisi akademik, memperluas kontribusi keilmuan, serta membangun reputasi sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berintegritas.
(naf/kho)



