SEMARANG, ifakta.co – Muhammad Idrisul Marbawi, yang dikenal publik sebagai Gus Idris asal Malang, Jawa Timur, menjadi sorotan di media sosial setelah muncul pengakuan dugaan pelecehan seksual dengan modus syuting konten YouTube bertema religi.

Sosok yang disebut berasal dari Pondok Pesantren Thoriqul Jannah itu ramai diperbincangkan usai seorang perempuan berinisial SN membagikan pengalamannya melalui akun Instagram pribadinya pada Senin, 2 Februari 2026.

Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu respons dari warganet, termasuk sejumlah akun yang mengaku mengalami kejadian serupa.

Iklan

SN menjelaskan bahwa peristiwa yang ia ceritakan terjadi pada 3 Desember 2025. Menurut SN lebih dulu mengingatkan para muse dan talent perempuan agar berhati-hati menerima tawaran syuting di sebuah pondok pesantren di kawasan Pakis, Malang.

Konsep yang ditawarkan disebut sebagai konten religi berjudul Sumpah Pocong.

SN mengaku awalnya tidak menaruh curiga karena membayangkan kegiatan tersebut seperti sesi pemotretan dan pembuatan konten pada umumnya.

“Aku kira seperti photoshoot MUA biasa, hanya ada tambahan akting video. Jadi aku tidak banyak bertanya,” tulis SN kepada ifakta.co melalui pesan Whatsapp, Sabtu (7/2).

Namun, setibanya di lokasi, ia mulai merasakan kejanggalan. SN menyebut tidak ada perempuan lain di tempat tersebut, melainkan hanya sejumlah laki-laki.

Situasi Mulai Janggal

SN bersama satu talent perempuan lain kemudian diajak menuju area yang disebut sebagai tempat penyembelihan hewan. Di lokasi itu, ia mengaku mulai merasa tidak nyaman.

Saat waktu istirahat, SN dipanggil oleh asisten dari sosok yang bersangkutan. Dalam pertemuan tersebut, ia ditanyai berbagai hal yang bersifat pribadi. Tidak lama kemudian, menurut pengakuannya, sosok tersebut juga menyatakan memiliki rasa terhadap dirinya.

Situasi disebut semakin membingungkan ketika dilakukan ritual tertentu. SN mengaku diminta meminum susu cokelat panas yang dikaitkan dengan unsur spiritual.

“Yang awalnya aku tidak percaya sihir, seketika aku percaya,” tulisnya.

Dugaan Manipulasi dan Tekanan Psikologis

SN mengaku mulai merasa takut, cemas, dan kebingungan hingga menangis. Ia menilai kondisi emosionalnya dimanfaatkan dengan menyelipkan doktrin agama dan narasi spiritual yang membuatnya merasa berada dalam posisi lemah.

Dalam unggahannya, SN juga menuliskan ulang kalimat yang diduga diucapkan kepadanya.

“Saya akan kasih dzikir itu kalau mbak sudah selesai dengan apa yang saya mau,” tulisnya.

Permintaan tersebut kemudian mengarah pada tindakan yang diduga sebagai pelecehan.

SN mengaku diminta memijat di dalam kamar. Ia menyebut tindakan tersebut membuatnya sangat tidak nyaman.

Berusaha Keluar dari Situasi

Meski berada dalam kondisi tertekan, SN menyatakan masih berusaha mencari cara untuk keluar dari situasi tersebut. Ia mengaku sempat diberi iming-iming uang, namun tidak menuruti permintaan lebih jauh.

“Aku bilang kalau aku ngantuk,” tulisnya, seraya menjelaskan bahwa ia berpura-pura tertidur untuk menghindari situasi yang lebih buruk.

Setelah itu, menurut pengakuannya, ia bahkan kembali diminta mencarikan talent perempuan lain.

Nama Mulai Disebut dan Korban Lain Bersuara

Dalam unggahan awal, SN tidak secara langsung menyebut nama. Namun identitas sosok yang dimaksud mulai ramai diperbincangkan setelah sejumlah akun media sosial membagikan ulang cerita tersebut dan menyebut nama Gus Idris.

Kolom komentar unggahan SN dipenuhi warganet yang menyebut lokasi yang sama. Beberapa di antaranya juga mengaku mengalami pengalaman serupa, mulai dari tidak menerima bayaran hingga merasa trauma setelah menerima tawaran job.

Hingga kini, unggahan tersebut masih menuai reaksi luas dari publik. Desakan agar kasus ini ditangani secara serius terus bermunculan, seiring bertambahnya pengakuan dari pihak yang merasa mengalami pola kejadian serupa.

(naf/kho)