SEMARANG, ifakta.co – Pemerintah Kota Semarang kembali menghadirkan Festival Pasar Rakyat Dugderan 2026 sebagai tradisi tahunan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Dengan mengangkat tema “Bersama dalam Budaya, Toleransi dalam Tradisi”, agenda budaya yang lekat dengan identitas Kota Semarang ini dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 7 hingga 16 Februari 2026.

Festival tersebut akan menjadi wadah bagi aktivitas perdagangan rakyat, hiburan masyarakat, serta promosi produk UMKM lokal. Berbagai pertunjukan dan wahana juga akan meramaikan kawasan pusat kota selama penyelenggaraan acara.

Iklan

Pada tahun ini, area festival dipusatkan di dua titik berbeda. Lokasi pertama berada di sebagian ruas Jalan Aloon-Aloon Barat sisi utara, dari kawasan Masjid Agung Semarang hingga Toko Tren. Sementara lokasi kedua membentang di Jalan Ki Narto Sabdo, mulai dari simpang lampu lalu lintas Hotel Metro sampai Jembatan Kali Semarang.

Penetapan dua lokasi tersebut bertujuan untuk mengakomodasi jumlah pengunjung yang diperkirakan meningkat, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas pedagang dan pengunjung selama festival berlangsung.

Rekayasa Lalu Lintas dan Area Parkir

Seiring pelaksanaan Festival Dugderan, rekayasa arus lalu lintas akan diterapkan di sekitar lokasi kegiatan. Masyarakat diminta untuk memperhatikan rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas demi menjaga ketertiban dan keamanan bersama.

Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, panitia telah menyiapkan sejumlah kantong parkir, antara lain:

  • Gedung Parkir Masjid Agung Kauman
  • Area parkir Basement SCJ Matahari
  • Basement Alun-Alun Pasar Johar
  • Ruas Jalan Alun-Alun Timur

Pengguna jalan juga diimbau untuk menyesuaikan waktu perjalanan selama festival berlangsung.

Melalui Festival Pasar Rakyat Dugderan 2026, Kota Semarang berharap dapat terus melestarikan tradisi budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat menjelang Ramadan.

(naf/kho)