SEMARANG, ifakta.co – Aktris Prilly Latuconsina akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah unggahannya terkait fitur Open to Work memicu kontroversi di media sosial.
Polemik ini bermula dari unggahan Prilly di Instagram pada 25 Januari 2026, saat ia membagikan aktivitasnya membuka fitur Open to Work di LinkedIn.
Pada awal kemunculannya, unggahan tersebut justru mendapat respons positif dari warganet. Banyak yang mendukung, bahkan menanggapinya dengan candaan. Sebagian netizen menganggap langkah Prilly sebagai hal wajar, sekaligus bentuk keberanian mencoba peluang baru.
Iklan

Namun situasi berbalik ketika terungkap bahwa aksi Open to Work tersebut berkaitan dengan kerja sama promosi Prilly dengan salah satu merek pasta gigi yang sebelumnya telah memiliki hubungan bisnis dengannya. Sejak saat itu, kolom komentar dipenuhi kritik dan hujatan.
Sejumlah warganet menilai langkah tersebut tidak sensitif, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit dan meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja.
Kekecewaan juga datang dari para penggemar yang selama ini menjadikan Prilly sebagai panutan, namun menilai keputusannya kurang bijak dengan menyoroti pentingnya etika dalam berbisnis serta sikap empati terhadap kondisi sosial yang sedang dihadapi banyak orang.
Kritik warganet pun bermunculan, mulai dari sindiran “So our struggle is your jokes, Prill?” hingga komentar yang ramai disorot, “Kamu tuh ibarat pamer makan enak di depan orang-orang kelaparan.”
Menanggapi reaksi publik, Aktris dengan 56,2 juta pengikut tersebut akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui akun Instagram resminya, @prillylatuconsina96, pada 4 Februari 2026.
“Hai semuanya, aku paham kalau situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga mengerti kenapa sebagian dari kalian merasa marah, kecewa, atau enggak nyaman,” ujar Prilly.
Ia menegaskan bahwa klarifikasi tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dalam berkomunikasi dengan publik. Prilly juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka apabila tindakannya menimbulkan kesalahpahaman.
“Pertama-tama aku minta maaf dengan tulus kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa nggak nyaman atau kesalahpahaman. Ini sama sekali bukan hal yang ingin aku ciptakan,” lanjutnya.
Prilly menegaskan bahwa sejak awal ia tidak berniat bersikap tidak sensitif atau tidak empati terhadap kondisi yang sedang dialami banyak orang. Ia menyadari bahwa posisi dan pengalaman hidupnya berbeda dengan sebagian besar masyarakat.
Terkait penggunaan fitur Open to Work, Prilly menjelaskan bahwa tujuannya adalah untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri dan memperluas jejaring profesional, terutama di bidang yang belum pernah ia jalani sebelumnya.
Ia menegaskan langkah tersebut bukan untuk mengambil kesempatan orang lain, melainkan bagian dari proses belajar dan pertumbuhan diri.
Selain itu, Prilly juga menjelaskan soal akun LinkedIn miliknya yang sempat tidak dapat diakses. Menurutnya, akun tersebut mengalami lonjakan aktivitas yang sangat tinggi hingga masuk proses pemulihan dan belum bisa dibuka kembali.
Meski polemik masih menjadi perbincangan, Prilly menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan kerja sama dan kegiatan yang memberi dampak positif bagi banyak orang.
(naf/kho)

