BANYUMAS, ifakta.co- Logo Hari Jadi Banyumas ke-455 Tahun 2026 terinspirasi dari Tari Lengger, salah satu warisan budaya khas Banyumas yang telah dikenal luas.
Tari Lengger merepresentasikan nilai-nilai kehidupan masyarakat Banyumas, seperti rasa syukur, kegembiraan, keharmonisan, serta semangat kebersamaan.
Setiap gerakan dalam tarian tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling menguatkan untuk menciptakan keindahan dan makna yang utuh.
Iklan
Filosofi Tari Lengger dalam logo ini melambangkan gerakan kolektif masyarakat Banyumas yang saling terhubung, serempak, dan guyub dalam satu tujuan bersama.
Nilai tersebut mencerminkan sinergi antara masyarakat dan pemerintah yang berjalan beriringan dalam proses pembangunan daerah, sejalan dengan tema Hari Jadi Banyumas ke-455, yakni “Bergerak Bersama Mewujudkan Banyumas PAS (Produktif, Adil, dan Sejahtera)”.
Secara visual, logo memadukan tiga warna utama yang memiliki makna berbeda. Warna kuning melambangkan optimisme, kejayaan, harapan, serta energi positif. Warna merah merepresentasikan kekuatan, semangat juang, dan rasa percaya diri masyarakat Banyumas dalam melangkah menuju kemajuan.
Sementara itu, warna biru menjadi simbol kepercayaan, kecerdasan, dan kedamaian sebagai cerminan tata kelola pemerintahan serta kehidupan sosial yang harmonis.
Elemen sampur dalam logo melambangkan hubungan sosial masyarakat Banyumas yang rukun. Gerakan seblak sampur dimaknai sebagai simbol keteguhan dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif.
Diketahui, desain logo Hari Jadi Banyumas ke-455 ini merupakan hasil dari juara perlombaan desain yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas yang diumumkan pada Sabtu (31/1).
Logo tersebut merupakan karya Akbar Rahmawan, warga asal Somagede, Banyumas, yang berhasil mengangkat nilai budaya lokal dalam balutan visual modern dan bermakna.
(naf/kho)

