JAKARTA, ifakta.co – Viral di media sosial, seorang kakek penjual es jadul dituding menjual es berbahan spons. Video yang beredar luas itu memperlihatkan dua oknum yang diduga aparat menuding dagangan sang kakek terbuat dari bahan tidak layak konsumsi. Namun, tudingan tersebut belakangan dipastikan tidak terbukti.

Dalam video yang ramai dibagikan, kedua oknum tersebut tampak memeriksa es jadul milik kakek penjual yang diketahui berlokasi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Sang kakek terlihat hanya terdiam saat dagangannya diperiksa.

Untuk membuktikan tudingan tersebut, kedua oknum mencoba membakar dan memeras es kue jadul yang disebut-sebut berbahan spons. Namun, es tersebut justru terlihat meleleh seperti es pada umumnya.

Iklan

“Ini kita dapat penjual es kue jadul yang dulu pernah kita makan. Harap hati-hati bagi orang tua, karena ini sudah direkayasa dengan bahan bukan kue lagi atau puding, tapi bahan spons,” ujar salah satu oknum dalam video tersebut.

Dalam bagian lain video, salah satu oknum juga meminta sang kakek untuk memakan es dagangannya sendiri. Ucapan tersebut menuai kecaman warganet karena dinilai tidak pantas dan merendahkan pedagang kecil.

Tuduhan Tak Terbukti, Es Jadul Dinyatakan Aman

Menindaklanjuti video viral tersebut, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan es kue jadul berbahan spons. Pemeriksaan dilakukan oleh Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh sampel es kue jadul, termasuk es gabus, agar-agar, dan cokelat, aman dan layak dikonsumsi. Tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya maupun material spons seperti yang dituduhkan.

“Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas. Produk tersebut layak dikonsumsi dan tidak mengandung zat berbahaya,” kata Roby, dikutip dari detikNews.

Untuk memastikan hasil yang lebih akurat dan ilmiah, sampel juga dikirim ke Dinas Kesehatan serta Laboratorium Forensik (Labfor) Polri. Proses uji lanjutan masih berlangsung.

Selain itu, tim penyidik Kriminal Khusus (Krimsus) turut menelusuri tempat produksi es jadul yang berada di Depok. Hasil penelusuran tersebut kembali menegaskan bahwa tidak ada penggunaan bahan spons dalam proses pembuatan es.

“Hasilnya konsisten, tidak ditemukan penggunaan bahan berbahaya maupun material spons sebagaimana isu yang beredar di media sosial,” tegas Roby.

Usai pemeriksaan dinyatakan aman, kakek penjual es jadul bernama Suderajat dipulangkan ke rumahnya di Kota Depok. Polisi juga memberikan penggantian uang atas dagangan yang sempat diamankan untuk keperluan pemeriksaan.

“Kami memahami pedagang kecil sangat bergantung pada hasil jualan harian. Sebagai bentuk empati, kami mengganti kerugian atas barang dagangan yang diuji,” ujar Roby.

Sementara itu, aksi dua oknum dalam video viral tersebut menuai kecaman luas dari warganet. Banyak netizen menyayangkan penuduhan yang dilakukan tanpa pemeriksaan mendalam dan menyatakan simpati kepada sang kakek penjual es jadul.

(min)