JAKARTA, ifakta.co – Di balik barisan nisan yang diam dan doa-doa yang dipanjatkan dalam senyap, sebuah aktivitas gelap diduga terus menyala. Tepat di belakang area pemakaman Budhi Dharma, Cilincing, Jakarta Utara, praktik curang pengoplosan gas bersubsidi disebut berlangsung nyaris tanpa gangguan. Seolah kematian menjaga rahasia hidup yang diselewengkan.
Investigasi di lapangan menemukan indikasi kuat adanya aktivitas pemindahan dan pengoplosan gas bersubsidi ke tabung non-subsidi. Deretan tabung beragam ukuran keluar masuk lokasi pada jam-jam tertentu, diiringi suara desis gas dan lalu lintas kendaraan yang tak lazim untuk kawasan pemakaman.
Bahkan terlihat jelas mobil tangki berlogokan Pertamina terparkir di bangunan semi permanen tersebut.
Iklan
Warga sekitar mengaku, aktivitas itu bukan cerita sehari dua hari. “Sudah lama. Kalau malam lebih ramai,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Nada suaranya menahan cemas, seolah tembok-tembok sekitar ikut menyimak.
Gas yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil diduga dialihkan, dipindahkan isinya, lalu dijual kembali dengan harga pasar hingga menyisakan kerugian negara dan ketidakadilan bagi rakyat.
Yang lebih mengusik, di tengah kesaksian warga, mengemuka dugaan adanya keterlibatan oknum aparat penegak hukum. Dugaan itu lahir bukan tanpa sebab. Aktivitas berlangsung terbuka, berulang, dan hingga kini tak terlihat tindakan penertiban yang berarti.
Bagi warga, keheningan penegakan hukum menjadi tanda tanya yang kian membesar.
Gas bersubsidi adalah napas dapur rakyat. Ketika ia diperdagangkan secara curang, yang padam bukan hanya api kompor, tetapi juga rasa keadilan. Negara kehilangan haknya, masyarakat kehilangan perlindungan, dan hukum diuji keberaniannya.
Hingga berita ini di turunkan, belum ada pernyataan resmi dari aparat, khususnya Polda Metro Jaya terkait mengenai dugaan praktik pengoplosan maupun dugaan keterlibatan oknum penegak hukum.
Publik menunggu, apakah penyelidikan akan dibuka secara transparan, atau skandal ini akan kembali terkubur bersama sunyi di balik pemakaman. (AMN)



