TANGERANG, ifakta.co – Kondisi memprihatinkan dialami warga Kampung Belod, Desa Kandawati, Kecamatan Gunung Kaler. Sejumlah rumah dilaporkan terendam banjir akibat cuaca ekstrem, bahkan satu unit rumah roboh diterjang angin kencang. Ironisnya, kepala Desa Kandawati, Sumarni, diduga memilih diam seribu bahasa atas musibah yang menimpa warganya tersebut.
Diketahui, rumah yang roboh tersebut milik seorang guru ngaji bernama Ustad Ahmad Jani. Akibat kejadian itu, Ustad Ahmad Jani terpaksa meninggalkan rumahnya dan kini tinggal di sebuah gubuk darurat bekas kandang bebek untuk berteduh sementara tak jauh dari rumahnya, Jumat (23/1/26)
Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang ustad di Desa Kandawati kepada wartawan saat tim infoterbit.com meninjau langsung lokasi kejadian. Dalam kunjungan tersebut, tim juga menyerahkan bantuan berupa bingkisan sembako guna membantu kebutuhan makan sehari-hari korban.
Iklan
Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, sikap kepala Desa Kandawati dinilai tidak menunjukkan respons yang seharusnya. Saat dikonfirmasi oleh awak media terkait musibah yang menimpa rumah warga di Kampung Belod, khususnya milik Ustad Ahmad Jani, tidak ada jawaban maupun langkah cepat yang terlihat dari pihak pemerintah desa.
Warga berharap adanya perhatian serius dan tindakan nyata dari pemerintah desa, terutama di tengah kondisi darurat akibat banjir dan cuaca ekstrem yang terus melanda wilayah tersebut.
(Sb-Alex)


