PURWOKERTO, ifakta.co – Jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman herbal yang dikenal memiliki beragam khasiat kesehatan, mulai dari membantu meredakan mual, mengurangi batuk, hingga meredakan nyeri sendi.

Komposisi Alami dan Nutrisi Jahe

Jahe dikenal memiliki beragam senyawa bioaktif dan kandungan gizi penting yang berkontribusi dalam menjaga serta menunjang kesehatan tubuh, antara lain:

Iklan

Senyawa Fenolik dan Minyak Atsiri

  • Gingerol

Merupakan komponen aktif utama pada jahe yang memberikan rasa pedas khas. Senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang berperan dalam melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

  • Shogaol

Senyawa ini terbentuk ketika jahe dipanaskan atau dikeringkan. Shogaol diketahui memiliki efek antiradang yang lebih kuat dibandingkan gingerol.

  • Minyak atsiri

Kandungan minyak atsiri dalam jahe berfungsi sebagai zat antioksidan dan antimikroba, sehingga membantu melawan mikroorganisme penyebab infeksi.

  • Paradol

Senyawa ini berkontribusi terhadap efek pereda nyeri (analgesik) dan juga berperan sebagai antioksidan alami.

Kandungan Nutrisi Makro dan Mikro

  • Mineral

Jahe mengandung berbagai mineral penting seperti kalium, magnesium, fosfor, zat besi, kalsium, dan seng yang berperan dalam menjaga fungsi saraf, otot, serta sistem metabolisme tubuh.

  • Karbohidrat dan serat

Kandungan karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi, sedangkan serat membantu melancarkan sistem pencernaan dan menjaga kesehatan saluran cerna.

  • Vitamin

Jahe juga mengandung vitamin C serta vitamin B kompleks, seperti vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), dan B3 (niasin), yang berperan dalam mendukung sistem imun dan metabolisme energi.

Khasiat Jahe bagi Kesehatan

  • Membantu meredakan flu

Dalam pengobatan tradisional, jahe telah lama digunakan sebagai minuman herbal untuk membantu mengatasi flu. Kandungan antivirus dan antibakteri di dalamnya diyakini mampu melawan infeksi, termasuk infeksi virus penyebab flu.

  • Mengurangi reaksi alergi

Minuman jahe memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu menekan reaksi alergi akibat peradangan dalam tubuh. Beberapa keluhan alergi yang bisa diredakan antara lain pembengkakan, iritasi, serta rasa tidak nyaman pada hidung, mata, dan tenggorokan.

  • Membantu menurunkan berat badan

Gingerol dalam jahe memiliki efek antiobesitas yang dapat mempercepat proses pencernaan di usus. Senyawa ini juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sehingga nafsu makan lebih terkontrol dan berat badan dapat berkurang secara bertahap.

  • Meredakan rasa mual

Minuman jahe mengandung gingerol yang dikenal efektif membantu mengurangi mual akibat mabuk perjalanan, kehamilan, maupun efek samping kemoterapi. Selain itu, jahe juga dapat membantu meredakan pusing serta menekan dorongan untuk muntah yang sering muncul bersamaan dengan rasa mual. Khasiat ini berasal dari senyawa aktif jahe yang bekerja dengan memengaruhi pusat muntah di otak.

  • Meredakan nyeri otot dan nyeri haid

Jahe memiliki efek antiradang dan pereda nyeri. Kandungan alaminya dapat membantu mengurangi kram perut dan perut kembung yang sering muncul saat haid, serta nyeri otot yang muncul setelah aktivitas fisik atau olahraga.

  • Membantu mengatasi sakit maag

Jahe sering dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk meredakan dispepsia atau sakit maag, yaitu kondisi ketika perut terasa nyeri, kembung, dan sering bersendawa setelah makan. Konsumsi minuman jahe dipercaya dapat mempercepat pengosongan lambung sehingga keluhan maag berkurang. Selain itu, kandungan antioksidan dan antiradang dalam jahe juga berperan dalam meredakan gejala maag kronis.

  • Menjaga kesehatan otak dan mencegah Alzheimer

Antioksidan dalam jahe, seperti gingerol dan shogaol, berperan dalam menjaga fungsi otak, terutama pada lansia. Senyawa ini juga dipercaya dapat membantu mencegah penyakit degeneratif otak, termasuk Alzheimer.

  • Membantu mencegah serangan jantung

Konsumsi minuman jahe secara rutin diyakini dapat menurunkan risiko serangan jantung. Manfaat ini berasal dari kemampuannya dalam menurunkan tekanan darah, mencegah penggumpalan darah, menurunkan kolesterol, serta melancarkan aliran darah.

  • Berpotensi mencegah kanker

Gingerol dan shogaol dalam jahe dipercaya dapat menghambat pertumbuhan serta memicu kematian sel kanker. Meski demikian, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitas dan dosis jahe yang tepat dalam pencegahan kanker.

  • Membantu mencegah keriput

Minuman jahe juga dikenal dapat membantu menjaga penampilan tetap awet muda. Kandungan antioksidannya membantu melawan penuaan dini, seperti munculnya keriput dan bintik hitam pada kulit.

  • Mengontrol kadar gula darah

Bagi penderita diabetes tipe 2, jahe dapat membantu mengontrol lonjakan gula darah. Minuman jahe diketahui mampu meningkatkan efektivitas kerja insulin serta membantu menurunkan kadar HbA1c.

  • Menurunkan kadar kolesterol

Senyawa alami dalam jahe terbukti dapat membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak jahe secara rutin selama tiga bulan dapat menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterolemia.

Cara Konsumsi yang Dianjurkan

Selain direbus sederhana, jahe dapat diolah menjadi berbagai minuman yang lebih nikmat dan menyehatkan, antara lain:

Minuman jahe madu dan jeruk nipis

  • Bersihkan jahe, lalu iris tipis.
  • Rebus 4–6 iris jahe dengan 2 cangkir air selama 10–20 menit, kemudian diamkan sebentar.
  • Tambahkan madu dan perasan jeruk nipis sesuai selera, lalu sajikan.

Minuman jahe susu

  • Cuci bersih jahe dan iris tipis.
  • Rebus jahe dengan 1 cangkir air selama sekitar 10 menit.
  • Setelah agak dingin, tambahkan 2 cangkir susu.
  • Panaskan kembali dengan api kecil selama ±5 menit, lalu sajikan hangat.

Sumber: unusa.ac.id, alodokter.com

(naf/kho)