Di sebuah dusun kecil di Selaras Air, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, seorang anak laki-laki bernama Irwanto sering membantu ayahnya bekerja di sawah sambil menyimpan mimpi besar di hati. Lahir pada 8 September 1974 di Koto Alam, dia tumbuh dengan nilai-nilai Islam yang kuat kerja keras, kesabaran, dan rasa tanggung jawab terhadap sesama.
“Kita mungkin lahir dari keluarga sederhana, tapi bukan berarti kita harus tetap tinggal di sana,” begitu kata ayahnya yang selalu menjadi inspirasi utama Irwanto.
Setiap pagi sebelum berangkat ke SD No.1 Selaras Air, dia akan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dan membantu merawat adik-adiknya.
Iklan
Meski jalan menuju sekolah penuh dengan lumpur saat musim hujan, dia tidak pernah melewatkan satu hari pun belajar.
Perjuangan Menjejak Dunia Pendidikan
Perjalanan pendidikan Irwanto bukanlah jalan yang mulus.
Setelah menyelesaikan SMPN Selaras Air dan SMA INS Kayu Tanam di Padang Pariaman, dia berhasil masuk Fakultas Hukum Universitas Andalas (UNAND) pada tahun 1993.
Namun, karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, dia harus bekerja paruh waktu untuk mencukupi kebutuhan hidup dan biaya kuliah.
Tak jarang dia hanya makan nasi dengan sambal saja agar uang bisa dialokasikan untuk buku dan biaya kuliah.
Meskipun harus menyelesaikan studi di UNAND hingga 1996 tanpa ijazah sarjana penuh, Irwanto tidak menyerah. Ia melanjutkan karier sebagai perwira kepolisian, namun tetap menyimpan impian untuk menyelesaikan pendidikan.
Pada tahun 2003, setelah bertahun-tahun menabung dan mengatur waktu antara tugas dinas dan kuliah, dia akhirnya meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Bengkulu.
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar,” ujar Irwanto saat menerima ijazahnya.
Semangat itu membuatnya terus melangkah lebih jauh menyelesaikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Riau pada 2019 dan akhirnya meraih gelar Doktor dari Universitas Islam Riau pada 2023.
Di sela-sela itu, dia juga mengikuti pendidikan kepolisian yang ketat, termasuk Seba PK III dan Sekolah Inspektur Polisi, membuktikan bahwa prestasi bisa diraih melalui kerja keras dan ketekunan.
Karier Kepolisian yang Dipenuhi Dedikasi
Pada tahun 1997, Irwanto memulai karirnya sebagai anggota Satuan Brimob di Polda Bengkulu.
Di sana, dia belajar tentang pengorbanan dan tanggung jawab melindungi masyarakat bahkan pernah harus tinggal di pos penjagaan di daerah terpencil selama berbulan-bulan tanpa bisa pulang ke rumah.
Ketika ditempatkan di Polres Kota Solok pada 2004-2008, ia sering menangani kasus-kasus yang menyentuh hati, seperti membantu anak-anak korban kekerasan rumah tangga dan masyarakat miskin yang tidak mampu membayar biaya hukum.
Ia selalu berusaha memberikan keadilan yang adil, tidak melihat status sosial seseorang.
Setelah pindah ke Polda Riau, perannya semakin beragam – dari menangani kasus kejahatan berat di Dit Samapta hingga memimpin unit reskrim di berbagai polsek di Pelalawan.
Pada satu kesempatan, saat menjabat Kanit Tipidter, dia berhasil mengungkap kasus korupsi yang merugikan masyarakat desa, sehingga dana bantuan bisa kembali diberikan kepada yang berhak.
Wajah-wajah senang masyarakat saat menerima bantuan itu selalu membuatnya merasa bahwa setiap usaha yang dia lakukan benar-benar berharga.
Pada tahun 2026, ia dipercaya menjabat Kapolsek Pulau Burung di Polres Indragiri Hilir.
Di tengah tantangan daerah yang memiliki banyak wilayah pesisir dan akses terbatas, dia bekerja sama dengan masyarakat untuk membangun keamanan dan kedamaian, bahkan sering mengadakan kegiatan pendidikan hukum untuk anak-anak muda agar tidak terjerumus ke dalam kejahatan.
Untuk meningkatkan kapasitas dirinya, Irwanto mengikuti berbagai pelatihan kejuruan dari Dasar Bajak Laut hingga Hak Kekayaan Intelektual. Setiap pelatihan menjadi bekal untuk memberikan layanan yang lebih baik bagi masyarakat.
Berbagi Ilmu sebagai Dosen
Sejak tahun 2024, Irwanto juga mulai berkontribusi di dunia akademisi sebagai dosen di Fakultas Komunikasi dan Hukum Universitas Hang Tuah Pekanbaru.
Dengan pengalaman praktis yang kaya dan pengetahuan akademis yang mendalam, dia tidak hanya mengajar teori hukum, tapi juga berbagi cerita nyata dari lapangan yang membuat mahasiswanya semakin memahami pentingnya keadilan dan integritas.
“Saya ingin memberikan apa yang tidak saya dapatkan saat kuliah – pemahaman bahwa hukum bukan hanya tentang aturan, tapi tentang bagaimana kita bisa menggunakan ilmu itu untuk membantu orang lain,” katanya sambil menunjukkan buku catatan yang selalu dibawanya ke kelas, di mana tercatat berbagai kasus dan pelajaran yang bisa dia bagikan.
Banyak mahasiswanya yang merasa terinspirasi untuk memilih jalan yang sama berkontribusi baik di dunia praktis maupun akademis.
Salah satu mahasiswanya bahkan mengatakan, “Pak Irwanto membuktikan bahwa kita bisa menjadi orang yang berguna bagi banyak orang, asal kita mau berjuang dan tidak pernah menyerah.”
Pesan untuk Generasi Muda
Di setiap kesempatan bertemu dengan anak-anak muda, Irwanto selalu menyampaikan pesan yang sama: “Jangan biarkan kondisi awal Anda menjadi penghalang untuk meraih mimpi.
Setiap langkah kecil yang Anda tempuh dengan sungguh-sungguh akan membawa Anda pada perjalanan yang luar biasa.
Ingat, kesuksesan tidak hanya diukur dengan jabatan atau gelar, tapi dengan seberapa banyak kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain.”
Hingga kini, meskipun sudah mencapai banyak prestasi, Irwanto tetap menjaga kesederhanaan diri. Ia masih sering menghubungi gurunya di kampung halaman dan selalu menyempatkan waktu untuk kembali ke Selaras Air, membantu membangun fasilitas pendidikan bagi anak-anak desa.
Bagi dia, perjalanan karir yang panjang bukanlah akhir dari segalanya melainkan awal dari perjuangan baru untuk memberikan yang terbaik bagi negara dan masyarakat.
Sumber Sejarah Perjuangan Sosok Kisah Inspirasi Dr. Irwanto Tanjung, S.H., M.H.M
Penulis Deni Wijaya,. Pewarta Sumsel
