PURWOKERTO, ifakta.co – Daun kelor (Moringa oleifera) telah lama dikenal sebagai tanaman herbal dan bahan makanan bergizi. Selain rasanya yang segar, daun kelor kaya akan nutrisi dan senyawa aktif yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh.

Komposisi dan Nutrisi Daun Kelor

Dalam 100 gram daun kelor segar, terkandung sekitar 65 kalori, dengan komposisi nutrisi sebagai berikut:

Iklan

  • 5 gram serat
  • 12 gram karbohidrat
  • 9 gram protein
  • 200 miligram kalsium
  • 300 miligram kalium
  • 110 miligram fosfor
  • 4 miligram zat besi
  • 45 miligram magnesium
  • 10 miligram natrium

Selain itu, daun kelor mengandung banyak senyawa aktif dan asam amino esensial, seperti triptofan, treonin, isoleusin, leusin, lisin, valin, alanin, asam glutamat, asam askorbat, karotenoid, sistein, dan metionin. Tanaman ini juga mengandung vitamin B kompleks, magnesium, zat besi, selenium, seng, dan tembaga.

Khasiat Daun Kelor bagi Kesehatan

  1. Mengontrol Berat Badan

Protein tinggi pada daun kelor membantu rasa kenyang lebih lama dan menurunkan nafsu makan, sehingga porsi makan bisa lebih terkontrol. Selain itu, makanan tinggi protein merangsang pembakaran kalori lebih efektif.

  1. Menurunkan Kadar Gula Darah

Serat dan senyawa isotiosianat pada daun kelor berperan dalam memperlambat penyerapan gula, sehingga membantu mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes.

  1. Mengatasi Peradangan

Daun kelor kaya antioksidan dan senyawa antiradang yang dapat membantu mengurangi peradangan, mencegah komplikasi penyakit, dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.

  1. Mempercepat Penyembuhan Luka

Kandungan asam oleat dan polifenol pada daun kelor merangsang produksi kolagen dan mempercepat regenerasi jaringan kulit baru, sehingga luka lebih cepat sembuh.

  1. Mencegah Risiko Penyakit Jantung

Konsumsi daun kelor secara rutin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), sehingga risiko penumpukan lemak di pembuluh darah dan serangan jantung berkurang.

  • Melancarkan ASI

Kandungan flavanoid dan polifenol dalam daun kelor mendorong produksi ASI bagi ibu menyusui dengan cara melancarkan hormon prolaktin.

Selain manfaat di atas, daun kelor juga dipercaya mendukung kesehatan mata dan hati, mengurangi keparahan asma, mengatasi radang sendi, mengurangi kecemasan, dan mencegah kanker.

Efek Samping dan Peringatan

  • Konsumsi daun kelor dalam jumlah wajar umumnya aman. Namun, daun kelor mengandung antinutrien dan zat besi yang dapat menumpuk jika dikonsumsi berlebihan, berisiko memperburuk hemokromatosis.
  • Jika sedang mengonsumsi obat tekanan darah, diabetes, antihistamin, antijamur, atau obat kolesterol, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
  • Ibu hamil aman mengonsumsi daun kelor pada trimester kedua dan ketiga, tetapi hindari akar, kulit kayu, atau bunga kelor karena bisa memicu kontraksi prematur.

Tips Mengolah Daun Kelor

Untuk memaksimalkan manfaatnya, daun kelor sebaiknya diolah dengan cara sehat:

  • Dicuci bersih sebelum dimasak.
  • Ditumis menggunakan minyak sehat seperti zaitun atau alpukat.
  • Dikombinasikan dengan bahan sehat lain seperti telur, ikan, cumi, udang, wortel, buncis, atau brokoli.
  • Disimpan di lemari pendingin agar daun segar tahan lama; daun kelor kering bisa bertahan berbulan-bulan dalam suhu ruang.

Daun kelor juga bisa dikonsumsi sebagai teh atau suplemen, namun nutrisi pada bentuk suplemen biasanya lebih rendah dibanding daun segar.

Singkatnya, daun kelor adalah sumber protein nabati dan nutrisi lengkap yang mendukung kesehatan tubuh. Dengan cara konsumsi yang tepat, daun kelor dapat menjadi bagian dari pola makan sehat untuk meningkatkan imun, menjaga berat badan, melancarkan pencernaan, dan mendukung berbagai fungsi tubuh. Konsultasikan dengan dokter bila ingin mengonsumsi daun kelor secara rutin, terutama saat hamil, menyusui, atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Sumber: alodokter.com (naf/kho)