JAKARTA, ifakta.co – Pasar ponsel pintar dunia tengah berdiri di persimpangan. Di satu sisi, inovasi terus berlari, kamera semakin tajam, prosesor kian cerdas. Namun di sisi lain, dompet konsumen tak selalu mampu mengimbangi laju teknologi.
International Data Corporation (IDC) memproyeksikan adanya risiko penurunan pasar ponsel global pada 2026 hingga 5% dalam skenario terburuk, sebuah sinyal peringatan yang tak bisa diabaikan oleh industri.
Bayang-bayang perlambatan ini dipicu oleh dua arus besar yang saling menuju kenaikan harga jual rata-rata perangkat dan semakin panjangnya siklus penggantian ponsel di kalangan konsumen.
Iklan
Ponsel, yang dahulu berganti setiap dua tahun, kini kerap bertahan tiga hingga empat tahun di tangan pemiliknya. Daya tahan perangkat meningkat, sementara urgensi untuk “naik kelas” kian menipis.
IDC mencatat, produsen ponsel semakin mengandalkan segmen premium untuk menjaga margin keuntungan. Namun strategi ini menyisakan paradoks harga yang kian tinggi justru membuat sebagian konsumen menahan diri.
Ponsel tak lagi dipandang sebagai simbol pembaruan gaya hidup, melainkan sebagai alat kerja dan komunikasi yang fungsional dan digunakan hingga benar-benar uzur.
Di pasar negara berkembang, tekanan terasa lebih kuat. Inflasi, pelemahan daya beli, serta ketidakpastian ekonomi global membuat konsumen lebih berhitung sebelum mengganti perangkat.
Sementara di negara maju, pasar telah jenuh dan hampir setiap orang memiliki ponsel, dan inovasi incremental belum cukup menggugah untuk memicu lonjakan permintaan baru.
Bagi industri, proyeksi IDC ini bukan sekadar angka, melainkan cermin. Produsen dituntut mencari keseimbangan antara inovasi dan keterjangkauan, antara ambisi teknologi dan realitas ekonomi.
Tanpa itu, pasar ponsel global berisiko memasuki fase senyap bukan karena teknologi berhenti berkembang, melainkan karena konsumen memilih menunggu.
Jika 2026 benar-benar menjadi tahun ujian, maka jawabannya bukan hanya pada spesifikasi lebih tinggi, tetapi pada kemampuan industri membaca ulang denyut kebutuhan manusia. Sederhana, tahan lama, dan sepadan dengan harga yang dibayar. (AMN)



