JAKARTA, ifakta.co – Tersangka kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, Roy Suryo, membantah keras anggapan bahwa isu tersebut sarat muatan politik. 

Ia menegaskan, kasus yang menyeret namanya itu tidak ditujukan untuk menjatuhkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka maupun mengamankan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menuju Pemilu 2029.

Pernyataan tersebut disampaikan Roy Suryo saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (15/1/2026).

Iklan

Roy menekankan bahwa persoalan ijazah yang dipermasalahkan merupakan kajian berbasis ilmu pengetahuan, bukan manuver politik seperti yang ramai ditudingkan.

“Sama sekali tidak. Joko Widodo sendiri yang menarik-narik ke urusan politik. Dia bahkan menuduh ada orang besar di balik kasus ini,” ujar Roy Suryo kepada wartawan.

Lebih lanjut, Roy juga membantah keterkaitan kasus tersebut dengan Partai Demokrat. Ia menegaskan telah keluar dari partai berlambang bintang mercy itu sejak enam tahun lalu.

“Tidak ada hubungannya dengan Partai Demokrat. Saya sudah keluar dari partai itu enam tahun lalu,” tegasnya.

Kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI tersebut hingga kini masih bergulir dan menjadi sorotan publik, terutama karena dinilai bersinggungan dengan isu politik nasional.

(AMN)