JAKARTA, ifakta.co – Harga emas dunia mencatatkan rekor tertinggi baru pada akhir Desember. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset riil di tengah melemahnya dolar Amerika Serikat, eskalasi ketegangan geopolitik, ketidakpastian institusional global, serta rendahnya likuiditas musiman di pasar keuangan.

Analis UBS menilai emas kembali menjadi pilihan utama investor sebagai aset lindung nilai (safe haven). Dalam sebuah catatan riset, tim analis UBS yang dipimpin oleh Giovanni Staunovo menjelaskan bahwa kombinasi faktor makroekonomi dan geopolitik telah menciptakan kondisi ideal bagi penguatan harga logam mulia tersebut.

“Permintaan terhadap aset riil seperti emas meningkat tajam seiring melemahnya dolar AS dan tingginya ketidakpastian global. Di sisi lain, likuiditas pasar yang cenderung menipis pada akhir tahun turut memperbesar pergerakan harga,” tulis UBS dalam catatan tersebut.

Iklan

Pelemahan dolar AS membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih menarik bagi investor global. Selain itu, ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan dunia serta kekhawatiran terhadap stabilitas kebijakan institusional mendorong investor mengalihkan portofolionya ke aset yang dinilai lebih aman.

UBS memperkirakan tren permintaan emas masih akan bertahan dalam jangka pendek, terutama jika ketidakpastian global belum mereda dan kebijakan moneter negara-negara utama masih berada dalam fase penyesuaian. Namun demikian, para analis perubahan sentimen investor pada awal tahun.(J0)