JAKARTA, Ifakta.co | Dunia perfilman Tanah Air kembali diguncang oleh hadirnya karya terbaru sutradara Benni Setiawan berjudul Penerbangan Terakhir, sebuah film produksi VMS Studio yang tidak sekadar menjanjikan ketegangan, tetapi juga luka batin yang perlahan menganga di ketinggian tiga puluh ribu kaki.
Melalui akun Instagram resmi @filmpenerbanganterakhir, film ini diperkenalkan sebagai kisah penuh rahasia tentang cinta, pengkhianatan, dan pilihan hidup yang terungkap di ruang sempit sebuah pesawat, tempat tak ada satu pun kebohongan yang bisa benar-benar mendarat dengan selamat.
Cerita berpusat pada sosok Kapten Deva, diperankan oleh Jerome Kurnia. Ia digambarkan sebagai pilot karismatik, profesional, dan nyaris sempurna di mata publik. Namun di balik seragam rapi dan senyum tenangnya, Deva menyimpan sisi gelap yang selama ini tersembunyi rapat sebuah kehidupan ganda yang menyalahi komitmen, mengkhianati kepercayaan, dan menyeret banyak hati ke jurang luka.
Iklan
Melalui poster resmi film, pihak rumah produksi menyiratkan kalimat tajam :
“Di balik kemudi pesawat, Kapten Deva bukan hanya menerbangkan manusia, tetapi juga memainkan perasaan wanita yang mempercayainya.”
Sebuah sindiran halus namun menghantam, tentang laki-laki yang memilih berselingkuh, menikmati perhatian, namun abai pada dampak kehancuran emosional yang ditinggalkan.
Kisah semakin kompleks dengan kehadiran Nadia, diperankan oleh Aghniny Haque. Nadia bukan perempuan biasa ia memiliki status sosial, popularitas, dan kehidupan yang mapan. Namun semua pencapaian itu tak membuatnya kebal dari rasa sakit ketika cinta yang ia jaga dengan setia justru dikhianati oleh orang yang paling ia percayai.
Dalam narasi yang dibagikan, Nadia digambarkan sebagai perempuan yang bertahan di tengah badai. Ia memilih menghadapi kenyataan pahit tentang skandal perselingkuhan yang melibatkan orang terdekatnya sebuah ujian tentang harga diri, keteguhan hati, dan keberanian untuk tidak kehilangan diri sendiri saat cinta runtuh.
Konflik semakin memuncak dengan kehadiran Nadya Arina, yang berperan sebagai salah satu pramugari AirIndo. Karakternya menjadi bagian penting dalam pusaran konflik emosional di dalam pesawat simbol bagaimana satu keputusan salah dari seorang laki-laki bisa menyeret banyak perempuan ke dalam lingkaran luka yang sama.
“Penonton akan diajak menyelami semua kejutan melalui sudut pandang sang kapten bagaimana ia menghadapi rumor, gosip, dan konsekuensi dari pilihan-pilihan yang selama ini ia sembunyikan,” tulis pihak produksi, dikutip dari TIMES Indonesia, Kamis (8/1/2026).
Kehadiran film ini sontak memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mengaku tak sabar menantikan penayangannya. Akun @misha_sina96 menyematkan emoji api sebagai bentuk antusiasme, sementara @almirakhalisa_ menyebut film ini sebagai kombinasi genre dan aktor favoritnya. Tak sedikit pula yang mempertanyakan jadwal pemutaran perdana, seperti akun @sussy.s7, yang langsung mendapat respons dari akun resmi film untuk menunggu pengumuman selanjutnya.
Penerbangan Terakhir dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026.
Benni Setiawan, sang sutradara, mencoba menghadirkan potret lain dari kehidupan awak kabin dan mereka yang tampak sempurna, disiplin, dan profesional, namun tetap manusia biasa dengan hasrat, kelemahan, dan dosa. Film ini seakan menegaskan bahwa di balik pintu kokpit yang tertutup, tak semua cerita berakhir mulus seperti pendaratan yang aman.
Bagi pencinta film drama dengan balutan skandal dan konflik emosional, Penerbangan Terakhir menjadi undangan untuk menyaksikan: apakah pengkhianatan bisa dimaafkan, apakah cinta mampu bertahan setelah kejujuran runtuh, dan bagaimana akhir perjalanan Kapten Deva—seorang laki-laki yang terbang tinggi, namun lupa menjaga kesetiaan di darat.(FA)



