SRAGEN, ifakta.co – Keberadaan dapur penyedia Makanan Bergizi (MBG) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menuai sorotan publik. Dapur yang disiapkan untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat itu diketahui berdampingan dengan kandang babi yang telah berdiri puluhan tahun, bahkan disebut-sebut sudah ada sejak lima dekade silam.
Kondisi tersebut memantik kegelisahan warga sekitar. Mereka mempertanyakan aspek higienitas dan standar kesehatan, mengingat dapur MBG diperuntukkan bagi konsumsi masyarakat luas, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu.
Bau menyengat dari kandang, serta potensi kontaminasi lingkungan, menjadi kekhawatiran utama yang kerap disuarakan.
Iklan
“Bukan soal siapa lebih dulu, kandang atau dapurnya. Tapi soal kelayakan dan standar kesehatan. Ini menyangkut makanan untuk publik,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya (9/1).
Menurut penuturan warga, kandang babi tersebut telah lama menjadi bagian dari aktivitas ekonomi setempat dan eksistensinya sudah diterima sejak puluhan tahun lalu.
Namun, hadirnya dapur MBG di lokasi yang berdekatan dinilai memerlukan kajian ulang, terutama terkait jarak aman, sanitasi, dan dampak lingkungan.
Di sisi lain, hingga kini belum ada penjelasan resmi yang komprehensif dari pihak berwenang mengenai pemilihan lokasi dapur MBG tersebut. Pemerintah daerah disebut masih menunggu arahan dan keputusan dari pemerintah pusat.
Masyarakat pun kini menaruh harapan pada Badan Gizi Nasional tingkat pusat untuk segera turun tangan. Warga berharap ada peninjauan langsung ke lapangan, sekaligus kejelasan sikap mengenai kelayakan dapur MBG yang berdampingan dengan kandang ternak.
“Programnya baik dan kami mendukung. Tapi jangan sampai niat baik justru menimbulkan masalah baru karena kurangnya kehati-hatian,” kata warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, publik Sragen masih menanti respons resmi Badan Gizi Nasional, apakah akan dilakukan relokasi, penataan ulang, atau langkah mitigasi lain demi menjamin keamanan dan kualitas makanan bergizi yang disalurkan kepada masyarakat.(Jo)



