NEW YORK, ifakta.co – Suasana Balai Kota New York, Amerika Serikat, dipadati ribuan warga pada Kamis (1/1/2026), bertepatan dengan hari pertama Tahun Baru. Mereka berkumpul untuk menyaksikan momen bersejarah pelantikan Zohran Mamdani sebagai wali kota ke-112 New York City.
Pelantikan Mamdani diawali dengan prosesi sederhana beberapa menit setelah pergantian tahun. Upacara tersebut digelar di sebuah stasiun kereta bawah tanah yang sudah tidak lagi beroperasi, tepat di bawah Balai Kota New York.
Dalam prosesi itu, Mamdani mengucapkan sumpah jabatan dengan meletakkan tangannya di atas Al Quran, menandai dirinya sebagai wali kota Muslim pertama dalam sejarah kota metropolitan tersebut.
Iklan
Dalam prosesi simbolik tersebut, istri Mamdani, Rama Duwaji, terlihat memegang dua Al Quran. Salah satunya merupakan Al Quran milik pribadi Mamdani yang diwarisi dari sang kakek, sementara satu lainnya adalah Al Quran bersejarah dari koleksi Perpustakaan Umum New York yang diperkirakan berasal dari abad ke-18.
Usai pelantikan, kitab suci tersebut dijadwalkan dipamerkan untuk publik di perpustakaan.
Menjelang siang hari, Mamdani melanjutkan rangkaian pelantikan publik yang lebih besar di area Balai Kota.
Ia menuju lokasi menggunakan taksi, disambut antusiasme warga yang memadati kawasan selatan Balai Kota hingga sepanjang Broadway, wilayah yang dikenal sebagai Canyon of Heroes.
Upacara pelantikan resmi tersebut dipimpin oleh Senator Amerika Serikat, Bernie Sanders, yang untuk kedua kalinya membacakan sumpah jabatan bagi Mamdani. Ribuan warga yang tidak mendapatkan tempat di sekitar Balai Kota menyaksikan prosesi melalui layar raksasa yang dipasang di sejumlah titik.
Di tengah cuaca musim dingin, warga terlihat saling berbagi minuman cokelat panas dan penghangat tangan untuk mengusir hawa dingin. Seusai rangkaian acara, Mamdani dilaporkan mengunjungi sebuah gedung apartemen di wilayah Brooklyn sebagai bagian dari agenda perdananya sebagai wali kota.
Pelantikan Zohran Mamdani tidak hanya menandai awal kepemimpinannya, tetapi juga menjadi tonggak sejarah baru bagi New York sebagai kota dengan keberagaman yang semakin terwakili di tingkat kepemimpinan tertinggi.
(Amin)



